ARIPITSTOP.COM – Maraknya peredaran oli mesin palsu memang sangat meresahkan Masyarakat, bahkan sangat merugikan bagi para pengguna kendaraan terutama motor. Jika kita salah beli memakai oli mesin palsu, akibatnya bisa fatal karena mesin akan menjadi rusak bahkan harus dilakukan turun mesin karena banyak komponen yang aus.

Oli memiliki sifat melumasi komponen mesin agar pergerakannya menjadi lancar, jika memakai oli mesin palsu sifat melumasi komponen di dalam mesin ini akan menjadi berkurang bahkan tak jarang yang oli mesin palsu ini akan lebih cepat berubah wujudnya.

Dampak pemakaian oli mesin palsu hampir mirip dengan kehabisan oli mesin, keduanya sama2 membuat komponen mesin motor menjadi aus. Namun ada perbedaan penampakan yang terjadi ketika memakai oli mesin palsu dengan kehabisa oli mesin.

Ketika kehabisan oli mesin, jeroan mesin akan berubah warna menjadi kecoklatan menuju kehitaman karena mesin sering terjadi overheat. Oli mesin yang volumenya semakin berkurang, mesin cepat menjadi panas, akhirnya komponen di dalamnya berubah warna menjadi kecoklatan, contoh penampakannya seperti foto dibawah ini:

Berbeda dengan pemakaian oli mesin palsu, karena oli mesin palsu diduga memakai bahan yang tidak sesuai spesifikasi yang dibutuhkan oleh mesin, bahkan tidak diketahui kualitas oli tersebut. Yang sering terjadi adalah oli mesin palsu ketika dipakai akan berubah wujud menjadi lumpur, komponen di dalam mesin seperti dilumasi oleh jel yang berwarna hitam. Jika kehabisan oli mesin akan berwarna kecoklatan, ketika memakai oli mesin palsu, komponen di dalam mesin akan berwarna hitam pekat dan berlumpur, lihat penampakannya di bawah ini:

Pemakaian oli mesin palsu jelas sangat berbahaya bagi mesin motor kita, Bahaya pertama yang jadi perhatian adalah kerja sirkulasi mesin jadi terhambat. Oli palsu akan membawa endapan pada mesin akibatnya komponen yang tadinya harus bergerak lancar akan bekerja lebih berat. Jika dibiarkan maka akan muncul suara kasar dari pergerakan mesin. Tak adanya sirkulasi yang baik ini akan mengakibatkan mesin “kepanasan”. Karena oli mesin palsu tidak memiliki ketahanan panas baik yang biasanya dikeluarkan oleh mesin.

Ditambah lagi daya pelumasnya sangat buruk dan memicu mesin overheat. Karena kemampuannya dalam menahan panas atas pergerakan mesin sangat buruk. Mesin akan mengalami keausan dengan cepat dan ketahanannya jadi semakin singkat. Kita pun harus bersiap jika sewaktu-waktu motor kita harus turun mesin karena terlalu sering mengalami overheat.

Kalau dibiarkan saja, maka biaya yang dikeluarkan akibat pemakaian oli mesin palsu akan membengkak karena harus turun mesin. Saat awal-awal pemakaian biasanya tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang signifikan. Ini disebabkan kerusakan dari oli palsu biasanya baru terlihat saat sudah dipakai dalam jangka waktu yang lama, meski ada pula yang dampaknya terlihat lebih cepat.

Jadi, jangan tergiur dengan harga murah…

Advertisements

6 KOMENTAR

  1. saya rasa bukan hy oli palsu tp juga telat dan selalu telat ganti oli nya pas sudah sakit menuduh oli palsu ke mekanik, sy contohnya pelanggan sll menuduh saya pakai oli palsu sy lihat jadwal services nya dahsyat 3 bulan lebih jalan mau 4 bulan mala, sy gak terima sy bawa ke kantor polisi penghinaan nama baik, pas itu dia malu, akhirnya ma polisi jalan damai sy gratisin bongkar pasang sy tunjuk ke polisi jeroannya ini namanya telat dan selalu telat ganti oli bukan salahkan oli palsu ke saya , oli palsu itu pas ditaruh kemesin lsg kasar lari gak ada mesin panas banget dan overheat lagi maaf jadi curhat

  2. hati2 juga kalau beli online. lebih sulit dibedakan krn tidak bisa dicek langsung fisiknya. kadang harganya juga tidak murah malah seperti harga oli aslinya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here