ARIPITSTOP.COM – Inilah salah satu contoh ketika anak sering bermain HP, bocah 12 tahun ini meninggal dunia akibat syaraf di kepalanya terpapar radiasi HP. Dokter yang memeriksa, mendiagnosa bocah bernama Raden Tri Sakti meninggal dunia karena gangguan syaraf akibat radiasi HP.

Almarhum Raden Tri Sakti Warga Dusun Bangkuang, Desa Salam Jaya, Kecamatan Pabuaran, Subang, dikenal sangat suka bermain game online, akibatnya setiap hari ia tak lepas dari HP.  Dokter yang memeriksanya, menidagnosa Raden Tri Sakti meninggal dunia karena gangguan syaraf akibat radiasi HP.

Babinsa Desa Salam Jaya Sertu Sugeng mengatakan, sebelum meninggal Raden Tri Sakti sempat dirujuk ke RSU Siloam Purwakarta. “Menurut Keterangan dari pihak keluarga, almarhum di bawa berobat ke RSU Siloam Purwakarta bulan lalu, karena sering mengeluh sakit kepala,” ujar Sertu Sugeng dilansir dari Tribunnews.com.

Sugeng menuturkan berdasarkan hasil diagnosa dokter RSU Siloam, Raden Tri Sakti mengalami gangguan syaraf akibat radiasi. Sempat menjalani rawat inap selama dua pekan di rumah sakit tersebut.

“Katanya juga dirawat selama 16 hari, namun sama sekali tidak ada perubahan. Bahkan kaki dan tangannya tidak bisa digerakan sama sekali, akhirnya korban dibawa pulang,” tutur Sertu Sugeng.

“Mungkin karena tak kunjung membaik, makanya dibawa pulang, tapi tetap berobat jalan di RSU Siloam,” lanjutnya.

Kendati demikian, meski sempat menjalani pengobatan rawat inap dan berobat jalan, kondisi Raden Tri Pambudi kian parah hingga meninggal dunia pada Selasa (23/2/2021).

Advertisements

7 KOMENTAR

  1. Broh sorry nih. sekian lama saya baca disini baru kali ini komen. Radiasi hape itu ga sekuat itu sampe bikin penyakit saraf. radiasi hape (dan wifi atau radio signal melalui airwave), 100ribu kali lebih rendah daripada radiasi yg bocor dari oven microwave. batas tertinggi oven microwave juga termasuk yg tidak berbahaya untuk manusia. 5 miliwatt.
    kalo dia merasakan sakit kepala, berarti dia punya penyakit bawaan lain. misalnya vertigo.
    saya nyoba cari2 info soal kebenaran berita ini, nama dokter misalnya tapi tidak ada yg ketemu. yg saya temukan cuma tumpukan berita yg sama dengan penulisan yg berbeda. Berita paling awal adalah dari Grid.id 2 hari yg lalu ditulis oleh Rina Wahyuhidayati. dan selanjutnya dicopy ke portal berita lain.

  2. Maaf Kang Ari mohon dikroscek kembali kebenaran beritanya, saya yang bekerja di bidang kesehatan merasa agak janggal dengan judulnya.
    Karena setau saya radiasi HP masih dalam batas toleransi untuk manusia. Jika memang benar efeknya seperti itu, pasti HP sudah dilarang digunakan dimana mana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here