ARIPITSTOP.COM – Nasib malang menimpa seorang pemotor ini, alih-alih mau ngirit menambal ban ketika apes terkena banyak ranjau paku di jalanan, dirinya justru kena palak tukang tambal ban, tak kira-kira karena dirinya harus membayar sampai 1,3 juta rupiah hanya sekedar untuk menambal Ban saja.

Dilansir dari Indiatimes, Kamis 24 September 2020, peristiwa bermula saat pemotor bernama Chirag Nimbre berkendara dari Mumbai ke Pune untuk bertemu keluarganya dan teman-teman lamanya. Saat sedang melintas di jalur luar kota, ban motornya tiba-tiba kempis. Rupanya, ada beberapa ranjau paku yang tergeletak di jalan dan menembus karet ban belakang.

Ia merasa motornya banyak bocor dan perlu diperbaiki untuk melanjutkan perjalanan, dan ternyata ada bengkel tambal Ban tak jauh dari lokasi dirinya mengalami kebocoran Ban. Tak perlu pikir panjang dirinya langsung mendorong motornya ke Bengkel tambal Ban tersebut.

Awalnya si Tukang tambal Ban menawarkan untuk penggantian Ban baru saja karena kondisi Ban yang banyak lobangnya, dengan harga sekitar 8.500 rupee atau sekitar 1,7 juta rupiah. Chirag Nimbre menolak tawaran tersebut dan memintanya untuk memperbaiki ban yang bocor.

Pemotor ini merasa bahwa perbaikan tambal Ban merupakan pilihan yang lebih ekonomis daripada mengganti ban yang baru dan itu memang logisnya.

Akan tetapi betapa kagetnya Chirag Nimbre ketika Ban sudah selesai ditambal, Tukang tambal Ban mengatakan bahwa ada sekitar 60 tusukan pada ban dan dia meminta untuk Rs 9.500 untuk semua tambalan tersebut, kalau dirupiahkan sekitar 1,9 juta rupiah, justru lebih mahal ketika ditawarkan penggantian Ban Baru.

Nimbre akhirnya mencoba menawar harga tersebut, namun kemudian datang dua orang lain yang diduga rekan tukang tambal tersebut.

Adu mulut tak terhindarkan, kedua belah pihak bahkan sampai mengeluarkan kata-kata dengan nada tinggi. Karena tidak ingin berlarut-larut, Chirag Nimbre memutuskan untuk membayar dan pergi dari lokasi.

Advertisements

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here