ARIPITSTOP.COM – Andrea Dovizioso menganggap Yamaha terlalu bergantung kepada Fabio Quartararo. Dalam hal ini, ia melihat situasi yang serupa dengan Honda dan Marc Marquez. Kondisi ini bisa terlihat ketika hanya Quartararo yang bisa cepat diatas motor M1 dibandingkan 3 pembalap lainnya.

Dovi percaya bahwa Yamaha sedang menempuh jalan sama yang telah membuat Honda mampu bersinar dengan bergantung kepada Marquez, tetapi runtuh saat kehilangan andalannya itu.

Ketika Marc Marquez bergabung dengan Honda dan berhasil mencetak hasil gemilang, Honda dinilai hanya fokus mengembangkan motor RC213V sesuai dengan gaya balap Marc Marquez. Sulit bagi pembalap lain termasuk feteran sekelas Dani Pedrosa untuk menjinakkan lebih dalam motor Honda tersebut. Bahkan ketika Lorenzo masuk menggantikan Pedrosa, pembalap liar bersama Yamaha ini juga gagal total diatas RC213V.

Kini Pol Espargaro juga mencoba keberuntungan, namun faktanya juga ketika Marc Marquez mengalami cidera panjang, Honda terlihat tidak bisa berkutik karena Pol Espargaro tidak bisa menggantikan peran Marc Marquez.

“Dengan kecepatan yang sama dengan motor lain, motor tidak berakselerasi, yang menurut saya berasal dari grip. Jadi kalau tidak menambah kecepatan di tengah tikungan, tidak bisa kencang,” kata Dovizioso.

Ini bukan kali pertama Dovizioso menggeber Yamaha. Ia sudah berpengalaman 10 tahun lalu ketika membela Tech3, kala menjadi tim satelit pabrikan berlogo garpu tala. Namun, itu tidak membantu.

“Jika Anda tidak memiliki chip di otak Anda untuk mengendarai motor seperti itu, maka Anda tidak bisa cepat. Saya pikir situasi di Yamaha sedikit berbeda dari 2012, dalam arti cara berkendara agar kompetitif bahkan lebih ekstrem, usai melihat Fabio,” katanya.

“Di mana dia kesulitan, kami kalah telak, dan di mana dia mampu menjadi sangat kuat, kami (pembalap Yamaha lain) tidak bisa melakuan apa yang dilakukannya. Kami start dari belakang, dan itu membuat semuanya jadi lebih rumit.

“Yamaha dalam situasi yang sangat bagus, karena mereka juara tahun lalu, mereka memimpin kejuaraan tahun ini. Namun, dari sudut pandang saya, mereka ada di situasi yang sangat mirip dengan yang dialami Marc (Marquez) dan Honda, sekitar enam tahun terakhir.

“Meskipun kasusnya dengan cara berbeda, sebab motornya benar-benar tidak sama. Saya tidak tahu apakah Yamaha memutuskan masuk ke arah itu atau mereka sampai di sana secara tak sengaja. Tetapi kini situasinya mirip dengan Honda. Hanya ada satu orang yang mampu memanfaatkan semua potensi dan membuat perbedaan besar dibandingkan lain,” Dovi menyimpulkan.

sumber: motorsport

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here