ARIPITSTOP.COM – Lin Jarvis blak-blakan soal hengkangnya Vinales dari Yamaha, sang manajer tim pabrikan Yamaha ini mengatakan jika sudah tepat perpanjangan kontrak selama dua tahun dengan Vinales namun hal tak terduga di tengah jalan memang tidak bisa diprediksi, padahal Lin Jarvis berharap bahwa Vinales ada pengganti Rossi di Yamaha sebagai pemimpin pengembangan M1.

“Saat Maverick memperbarui kontrak dua tahun dengan kami dan Valentino Rossi hengkang, saya bisa katakan kami punya tim terkuat di trek awal musim ini. Maverick menjalani tahun kelimanya bersama kami, dan sudah sewajarnya berprogres menjadi pemimpin tim, karena sebelumnya selalu ada Vale,” ungkap Jarvis dilansir dari PaddockGP.

Sampai saat ini Lin Jarvis masih bingung apa yang sebenarnya terjadi dengan Vinales kenapa bisa memutuskan untuk berhenti di tengah jalan, apakah masalah di pembalapnya atau masalah terjadi di motor dan tim. Keretakan hubungan Vinales-Yamaha dimulai dari Top Gun yang finis terbuncit di Sachsenring. Sepekan setelahnya, di Assen, kedua pihak pun memutuskan berpisah pada 2022 meski Vinales meraih pole dan finis kedua. Ketegangan pun terjadi di Styria, ketika Vinales kedapatan melakukan aksi tak wajar yang berpotensi merusak mesin YZR-M1.

Vinales kemudian diskors Yamaha dari Seri Austria, dan kedua pihak mengakhiri kerja sama pada 20 Agustus. Vinales akhirnya membela Aprilia Racing pada sisa musim, sementara tempatnya di Monster Energy Yamaha diambil alih Franco Morbidelli. Jarvis pun mengaku seharusnya Vinales bisa jadi pembalap utama mereka andai tak bertingkah.

“Maverick mengawali musim dengan sangat baik. Pada Maret atau April, saat di Qatar, saya bakal bilang saya yakin kami ambil keputusan tepat, begitu juga dia. Namun, tak seorang pun membayangkan kami memenangi balapan pertama dan justru krisis pada balapan kesembilan dengan pembalap yang ingin pergi,” kisah Jarvis.

Lin Jarvis merasa kebingungan, sebenanrya yang bermasalah itu pembalapnya atau motor dan tim, karena ketika bermasalah di Jerman justru Vinales bisa finish kedua sepekan setelahnya bersama Quartararo yang podium pertama. Faktanya kini Quartararo menjadi juara dunia 2021.

“Pada saat yang sama, kami malah finis 1-2 di Assen. Jadi, Anda tak bisa paham betul apakah motor atau tim kami yang tak bekerja dengan baik. Tapi pada akhirnya, kami malah merebut gelar dunia!” ujar Jarvis.

Orang Ingggris ini menuturkan jika kasus yang terjadi di Vinales ini memang baru tejradi pada dirinya dan Yamaha, menurutnya dari awal sudah tepat perpanjang kontrak. Namun, ia merasa lega, karena setelah Vinales hengkang, situasi pabrikan Garpu Tala justru menjadi kembali tenang.

Saya merasa keputusan kami memperbarui kontrak Maverick adalah keputusan tepat. Namun, memang sulit menerka apa yang akan terjadi. Jika kita ambil keputusan berdasarkan masa depan penuh jaminan, kita semua pasti sudah kaya raya dan mungkin takkan ada di sini. Jadi, beberapa hal memang mengejutkan,” tuturnya.

“Tapi memang sulit mengatasinya, karena ini kasus baru, saya tak pernah mengalaminya, apalagi di tengah musim seperti itu. Namun, saya rasa kami pada akhirnya mampu menangani masalah ini dengan cara terbaik, dan kami pun cukup nyaman dengan kelompok yang sudah kami bentuk,” pungkas Jarvis.

Advertisements

2 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan ke Tak Culek Matamu Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here