ARIPITSTOP.COM – Para pembalap WSBK berkomentar mengenai kondisi trek dan aspal yang ada di sirkuit terbaru di Indonesia, Pertamina Mandalika International Street Circuit memang terkesan terlalu cepat untuk dipakai, trek baru selesai dan belum pernah diuji coba untuk balapan namun langsung digunakan untuk menggelar balapan bertaraf Internasional. Dengan kondisi trek dan aspal yang masih sangat baru, tentunya akan berbeda dengan kondisi trek dan aspal di sirkuit yang sudah lama dipakai, para pembalap WSBK akhirnya buka suara soal kondisi trek terkini di sirkuit Mandalika.

Para pembalap WSBK akhirnya bisa mendarat di Mandalika, kemudian pada hari Jumat mereka langsung menjajal sirkuit terbaru kebanggaan Masyarakat Indonesia ini dalam sesi latiha bebas FP1 dan FP2. Secara keseluruhan, impresi pertama adalah terkesan. Tetapi, ada satu titik yang menjadi perhatian khusus.

Layout bagus, hanya cukup kotor di sana, terutama off line. Tikungan terakhir seperti Termas (de Rio Hondo di Argentina). Tikungan 1, saya merasa hampir seperti Donington (Park). Tikungan 3 versi lambat seperti Misano. Kemudian sektor tengah sangat cepat,” tutur Jonathan Rea dilansir dari Motorsport.com, Jumat (19/11/2021).

Ditanya tentang aspal Sirkuit Mandalika, pembalap Kawasaki Racing Team itu menjawab: “Tentu saja, kotor. Bumpy di beberapa area. Aspal seperti lepas di Tikungan 1. Juga sektor terakhir, banyak batu.”

Bukan hanya Jonathan Rea saja, akan tetapi Toprak yang sebagai kandidat terkuat juara dunia WSBK 2021 juga melontarkan hal yang sama.

“Saya selalu suka trek baru. Saya sangat cepat beradaptasi. Saya juga suka trek kotor, karena saya selalu berlatih seperti ini. Di Tikungan 1, batu berdatangan (ke dalam lintasan), seperti Argentina (San Juan Villicum Circuit). Hanya di Tikungan 1. Tikungan lain tidak. Tapi menurut saya tidak buruk. Biasanya, saya menyukai setiap trek. Tapi mungkin trek ini perlu aspal baru lagi karena beberapa tikungan rusak. Namun, saya suka trek ini. Saya pikir semua pembalap menyukainya.” ujar Toprak.

Garrett Gerloff, memuji karakteristik Sirkuit Mandalika yang sangat mengalir. Kendati demikian, pembalap GRT Yamaha ini tak menampik, bahwa sesi latihan bebas pertama sempat buruk dirasakannya akibat kondisi trek.

“Pagi ini benar-benar buruk. Saya tidak tahu, mungkin karena treknya baru. Tikungan 1 aspal seperti mulai lepas. Jadi, ini seperti batu di mana-mana (yang datang) dari aspal,” ucapnya.

Begitu juga pendapat dari Leon Haslam, pembalap dari HRC ini mengatakan jika  merupakan hal normal permukaan lintasan dari sebuah sirkuit baru tidak bersih. Faktor utamanya jelas, lantaran belum terlalu sering dilintasi roda ban.

“Trek masih sedikit kotor. Saya pikir menjadi lebih baik dan lebih baik setiap sesi. Untuk melakukan overtaking, Anda harus pergi ke bagian yang kotor, dan treknya bisa menjadi risiko. Bagi saya ini adalah satu-satunya hal yang harus kami kelola. Namun, itu normal untuk setiap sirkuit baru. Kondisinya akan membaik setiap saat.”

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here