ARIPITSTOP.COM – Pada artikel sebelumnya, Rossi mengatakan jika dirinya sampai saat ini belum bisa memaafkan Marquez akibat tragedi Sepang Clash di tahun 2015 silam. Selain itu, dalam wawancara dengan Corriere della Sera Rossi terang-terangan menyerang Dorna yang telah melanggar peraturan mereka sendiri karena mengijinkan Marquez untuk balapan.

Rossi mengkritik Dorna sebagai panitia balap di MotoGP yang telah mengijinkan Marquez untuk turun balapan meski dalam kondisi masih cidera parah di awal musim 2020. Marc Marquez pada seri kedua MotoGP 2020 mengalami cidera parah pada seri pembuka dan harus menjalani operasi.

Namun pada balapan kedua musim 2020, yang dilangsungkan di Sirkuit Jerez, nekat untuk ikut latihan karena sudah mendapatkan ijin dari Dorna meski baru saja dioperasi tangannya yang patah. Marquez pada akhirnya gagal ikut balapan, tapi dia sempat turun pada sesi latihan bebas. Rangkaian kejadian itu pada akhirnya membuat cidera Marquez bertambah parah. Dia kemudian melakukan dua operasi lanjutan. Sampai kini cideranya belum pulih dan keikutsertaan di MotoGP 2021 masih tanda tanya besar.

“Kesalahannya adalah keinginan untuk secepatnya kembali setelah operasi selesai dilakukan, dan saya masih tidak mengerti kenapa mereka (Dorna) mengizinkan hal tersebut terjadi,” kata Rossi.

Kejadian ini mengingatkan yang pernah dialami Lorenzo tahun 2013 silam, Lorenzo nekat ikut balapan dan berhasil finish dalam kondisi kesakitan akibat 48 jam pasca operasi langsung ikut balapan, saat itu Lorenzo sampai dijulukin “The Steel Man”.

“Jadi setelah Lorenzo mengalami kecelakaan di Assen pada 2013 dan kembali sangat cepat, Dorna akhirnya membuat aturan baru untuk menghindari pengambilan resiko yang berlebihan pasca operasi,” tambah Rossi.

“Dengan kembalinya Marquez saat itu, mereka melompati peraturan tersebut, seperti tak pernah terjadi sebelumnya,” sambung Valentino Rossi.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here