demo taksi

Hari ini saya jalan dari rumah jam 8 pagi, sepanjang perjalanan masuk jalan raya bogor rasa aneh sudah mengeliyuti pikiran saya, tumben banyak calon penumpang yang standby. Lanjut perjalanan masuk daerah kramat jati, ternyata terjadi penumpukkan calon penumpang angkutan, banyak sekali calon penumpang yang terlantar, kemudian saya masuk cawang kok kelihatan macet banget, akhirnya saya putuskan untuk putar balik. Tujuan ke pancoran akhirnya putar balik lewat taman makam pahlawan kalibata.

Sampai tujuan saya istirahat sambil buka2 media sosial ternyata sedang ada aksi demo para sopir taksi dan angkutan umum se-jakarta. Setelah saya melihat berita di TV ternyata demo ini menuntuk ditutupnya transportasi berbasis online. Dulu para pekerja angkutan berbasis online pernah demo akibat transportasi ini akan diberhentikan oleh menteri perhubungan, kemudian presiden turun tangan dan kembali berjalan normal.

Sekarang gantian angkutan konvensioanl melakukan aksi demo menuntut pemerintah untuk menutup perusahaan yang berbasis online karena dinilai melanggar peraturan, terlebih karena mereka memakai plat nomor hitam yang nota bene jasa angkutan umum harus berplat nomor kuning.

taksi demo (1)

taksi demo (3)

Demo ??? menjadi salah satu senjata untuk mengutarakan aspirasinya, mengutarakan keluh kesah, namun apakah sikap demo anarkis dengan merusak bahkan melukai orang lain itu dibenarkan, ingat…! kita masih saudara, kita boleh emosi tapi jangan sampai menyakiti saudara sendiri. Hari ini saya baca berita di berbagai media nasional bahwa banyak pengemudi online yang dikeroyok, dipukuli bahkan sampai akhirnya ada yang tawuran antara pendemo dengan pengemudi berbasis online.

Bayangkan jika kita menjadi sopir taksi konvensional kemudian ikut mengeroyok pengemudi online, dan ternyata yang diinjak2 itu ternyata keluarga kita sendiri… sampai di rumah kita kaget karena saudara kita badannya bonyok dihajar para pendemo ???. Bagaimana rasanya ?.

Bahkan saya baca dari media nasional ada aksi balas dendam dari pengemudi online mengeroyok sopir taksi konvensional.

taksi demo (5)

Aksi saling balas dendam tidak akan ada akhirnya, yang ada akan semakin parah akan terus ada saling balas dendam. Kita serahkan ke pemerintah agar menyelesaikan masalah ini dengan bijak.

Kita semua saudara tidak perlu saling melukai, mirisnya saling melukai hanya karena urusan perut.

via hp klik disini

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/03/22/12532791/Blue.Bird.Telusuri.Akun.Facebook.Bernada.Provokasi

taksi demo (1) taksi demo (2) taksi demo (4)

Advertisements

1 KOMENTAR

  1. Lucunya aplikasi di persoalin harusnya yg dipersoalkan itu regulasinya bukan aplikasi, emg bener2 gak mau bersaing cari konsumen atau gak mau diajak maju atau uda kejebak zona nyaman di zaman serba teknologi

  2. Teknologi gak bisa dihindarkan, sekarang sudah era digital. Yang gak bisa bersaing ya siap-siap ketinggal.

    Transportasi online bisa murah ya karena ada dana investor sih

  3. Kalo yg taksi aplikasi udah punya badan hukum n nuruti smua praturan sma kyak operasional taksi biasa..bolehlah statusnya legal..kalo mobil pribadi plat item buat ngangkut penumpang tnpa ikut praturan dishub..cman bayar pajak taunan..dmanapun nmanya ya ilegal..gampang aja pnyelesainnya..klo taksi online niat urus perijinan..aplikasinya di stop smentara dlu deh..ntar klo dah smua beres aplikasi aktif lgi..lah kalo aplikasi aktif operasional aktif jga dong meski ilegal..kyaknya itu yg adil..sayangnya pemerintah yg skrang luambaaat smpe perlu adu otot jdne

  4. Ganti aj plat nomor pak ojek pake plat kuning,beres masalah,krn plat hitam kan buat kndaraan pribadi, bukan buat kndaraan umum n plat kuning buat kendaraan umum ( jasa angkutan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here