ARIPITSTOP.COM – Yamaha WR155R yang dirilis Yamaha Indonesia sejak akhir tahun 2019 silam, baru saja dijadikan motor untuk ajang balapan Enduro yang diadakan oleh Yamaha untuk pertama kalinya. Dalam balapan yang bertajuk Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge 2022 menghadirkan pembalap dari para komunitas dan pembalap profesional. Digeber di trek tanah berlumpur, motor ini menjadi perhatian khusus bagi salah satu pembalap Enduro Nasional yang ikut balapan seri perdana ini, bahkan dirinya langsung menjadi pemenang di kelas Advance. Muhamad Irpansyah, mengungkap beberapa kelebihan dan kekurangan dari motor yang dia gunakan untuk balapan.

Event balap Yamaha Enduro Challenge 2022 sebenarnya dibagi dalam tiga kelas yaitu WR155R Advance yang diperuntukkan untuk pembalap profesional, kemudian WR155R Community A dan WR155R Community B untuk para komunitas dan pemula.

Kelas Advance yang diikuti oleh para pembalap profesional tentunya memiliki regulasi yang berbeda, bisa dioprek mesinnya untuk menambah power sang motor. Akan tetapi berbeda dengan Muhamad Irpansyah, meski ikut di kelas Advance yang mesinnya doleh dibore up, motornya justru tetap memakai motor standar ting-ting masih bawaan pabrik tanpa oprekan.

Hanya bermodalkan mesin standar, pembalap yang bernaung di tim Ubas Extreme Universal Trabas Community bisa podium utama mengalahkan pembalap sekaliber Rey Ratukore dan Yosua Mbeo.

“Jadi ini kali pertama saya naik motor Yamaha WR155R. Bahkan persiapannya pun hanya H-1 saja. Selama ini dengan motor Eropa. Yang pasti, WR 155R yang saya pakai masih standar pabrik. Tidak di bore-up walaupun diperbolehkan secara regulasi, “ucap Muhammad Irpansyah.

Pengalaman pertama kalinya balapan memakai Yamaha WR155R dan langsung menikmati podium utama, pembalap berusia 23 tahun mengatakan kalau WR155 memiliki kelebihan di ayunan sok depan dan belakang. Menurutnya rebound ayunan soknya ketika melibas trek enduro sangat empuk tapi stabil dikendarai.

“Motor ini jujur Saya akui, ayunan soknya memang paling baik dibandingkan motor trail lainnya. Ayunannya sok depan empuk dan yang sok belakang juga sama. Soal mesin, tenaganya sama saja sih, tidak jauh beda dengan motor trail lainnya. Kalau sebelumnya ada yang bilang WR155R itu begini-begitu, namun faktanya saya pakai ternyata nyaman tidak seperti yang dirumorkan.”

Pembalap asal Bandung ini hanya mengeluhkan bobot motor yang agak berat dibandingkan motor lainnya.

“Motornya sih enak, terutama soknya paling bagus, cuma motor ini berat banget, ini yang jadi masukan saya buat Yamaha. Kalau lagi jatuh, buat ngediriinnya susah beratnya.” pungkas Muhamad Irpansyah.

Yamaha WR155R berbekal mesin 155cc yang dilengkapi teknologi VVA. Mesin tersebut juga dilengkapi sistem pendingin Liquid Cooled yang menjadikan performa mesin lebih stabil. Mesin Yamaha WR155 mampu menghasilkan tenaga sebesar 12.3 kW @10.000 rpm. Sedangkan torsi maksimalnya mencapai 14.3 Nm @6.500 rpm. Itu artinya Yamaha WR155 menjadi motor trail 150cc paling bertenaga di Indonesia.

Berbeda dengan motor sport Yamaha lainnya yang rata-rata memakai rangka deltabox, motor ini menggunakan rangka bertipe Semi Double Crandle Frame untuk mendukung trek yang dilalulinya. WR155R masih menggunakan suspensi depan Teleskopik dengan diameter sebesar 41 mm.

WR155 dibekali rem cakram Wavy Disc Brake bai itu depan maupun belakang, untuk ukurannya sendiri berdiameter 240mm (depan) Dan 220 mm (belakang). Dipade dengan velg aluminium yang terpasang ban dual purpose yang memiliki profil 2.75-21 45P untuk bagian depan dan 4.10-18 59P untuk roda bagian belakang.

WR155R dijual dengan dua pilihan warna yaitu Black yang memiliki perpaduan warna hitam dan cyan kemudian WR155R Blue yang dibanderol Rp 38.060.000 untuk OTR Jakarta.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here