image description

ARIPITSTOP.COM – Progres sirkuit baru di Indonesia memang sangat dinantikan, kabar seorang arsitek terkenal Hermann Tilke memang membawa angin segar bagi para pecinta otomotif di Indonesia. Awalnya Tilke akan memoles Sirkuit Sentul dan kini ternyata sudah sepakat dengan pembangunan sirkuit Jakabaring di Palembang.
instagram-aripitstop

Awalnya kita berharap sirkuit Sentul menjadi tuan rumah MotoGP dengan menjalankan syarat2 yang disodorkan daripihak Dorna dengan salah satunya adalah memperbarui sirkuit Sentul menjadi layak untuk menjadi tuan rumah MotoGP. Berbagai usaha dari pengelola Sentul patut kita ajungi jempol dengan berbagai usahanya untuk mewujudkan MotoGP di Indonesia, bahkan Tilke juga sudah diundang ke Sentul. Namun ternyata progres itu kini sepertinya lenyap, perihal Sentul ternyata Tilke sedikit bicara mengenai ini, diwawancarai oleh Speedweek berikut petikannya :

Kembali ke Sentul dianggap, tapi dibuang? ”Kami punya konsep untuk pembangunan baru Sentul. Tapi kemudian ide jalur GP di Palembang berkembang sangat cepat dalam kaitannya dengan Asian Games.” ungkap Tilke.

Hermann Tilke buka suara soal perkembangan pembangunan sirkuit Jakabaring, menurut dia pada tahun 2019 sirkuit sudah selesai dan bisa dipakai untuk balapan terlebih berbagai fasilitas sudah tersedia akibat dari pembangunan Asian Games 2018 di Palembang.

Landasan panjang sepanjang 4,321 km di Palembang, ibu kota provinsi Sumatera Selatan, sedang dibangun sebagai bagian dari Asian Games, yang akan berlangsung di sana pada bulan Agustus dan September 2018. “Karena Asian Games, Palembang akan membangun kereta berkecepatan tinggi dari bandara ke pusat kota dan sirkuit. Jika Anda tinggal di pusat kota, Anda bisa naik kereta monorail langsung ke arena balapan atau kembali ke bandara.” ungkap Tilke kepada Speedweek.

Tilke menjelaskan bahwa sirkuit Jakabaring nantinya akan memiliki lintasannya melebar lebih dari 4276 meter, itu mencakup tiga garis lurus, waktu putaran harus di 1:30 min, rata-rata untuk MotoGP di 172 km / jam.

Berikut petikan wawancara terbaru dari Speedweek kepada Hermann Tilke :

Tuan Tilke, Anda telah membangun banyak arena balapan di negara-negara eksotis. Kita bisa membayangkan bahwa ini sering menimbulkan masalah. Apa kesulitan dengan proyek di Palembang?

Lintasan tersebut sedang dibangun di sebelah kolam dayung Asian Games ini. Masalahnya adalah bahwa pembangun pertama harus membuang situs. Karena medannya sangat berawa karena kolam dayung yang berdekatan. Itu juga harus ditumpuk sehingga tidak berada di bawah air saat air pasang. Ini mempersulit tugas kita.

Meski begitu, kita dalam perencanaan eksekusi. Beberapa arsitek kami telah terbang ke sana setelah GP Formula One di Singapura membahas lebih banyak diskusi teknis.

Tanggal GP 2019 itu realistis?

2019 itu realistis ya. Entah itu benar-benar terjadi pada 2019 atau 2020, saya tidak bisa mengatakannya sekarang. Tapi dari sisi kita sebagai pembangun 2019 itu realistis. Seluruh arena balapan dibangun dalam satu gerakan. Pada 2019, seluruh infrastruktur sudah tersedia. Semuanya akan ada disana.

Kembali ke Sentul dianggap, tapi dibuang?

Kami punya konsep untuk pembangunan baru Sentul. Tapi kemudian ide jalur GP di Palembang berkembang sangat cepat dalam kaitannya dengan Asian Games.

Anda juga membangun lagu baru di Kazakhstan. Bisakah ini juga menjadi sirkuit MotoGP baru?

ami sudah lama berada di sana. Track ini tentu bukan Formula 1 yang pas. Bisa jadi mungkin bagi MotoGP. Tapi apakah kontrak dengan Dorna terjadi, saya tidak bisa menilai.

sumber : speedweek.com

Advertisements

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here