ARIPITSTOP.COM – Mimpi Quartararo masa kecil menjadi pembalap MotoGP dan juara MotoGP sudah terwujud, namun dirinya tidak memikirkan akan menjadi juara bersama pabrikan yang berbeda, tetapi lagi-lagi dirinya kembali menegaskan jika Yamaah tidak merubah performa M1 lebih baik lagi sampai bulan Februari 2022 di Malaysia maka pembalap asal Prancis ini terbuka untuk mendengarkan semua pabrikan.

Quartararo bukanlah sosok pembalap yang beruntung bisa naik ke kelas MotoGP, Quartararo sempat disebut sebagai ‘The Next Marc Marquez’ usai dua kali menjuarai FIM CEV Repsol Moto3 pada 2013 dan 2014. Akan tetapi, keberhasilannya di FIM CEV justru gagal diulang saat menjalani debut di Moto3, bahkan saat ia naik ke Moto2. Uniknya, semua berubah saat ia digaet Petronas Yamaha SRT untuk naik ke MotoGP 2019.

Quartararo tiba-tiba jadi jagoan baru. Meraih enam podium dan sengit melawan Marquez pada 2019, ia jadi kandidat juara dunia yang cukup kuat pada 2020 sebelum mengalami berbagai masalah teknis. Kemudian musim 2021 pindah ke tim pabrikan Yamaha dan sukses jadi juara dunia.

“Bagi saya, karier saya sudah cukup panjang. Pasalnya, saya mulai turun di kejuaraan dunia pada usia 15, sementara kini saya 22 tahun. Jadi, saya sudah cukup lama di sini. Saya tak pernah terpikir untuk menyerah, namun jelas ada masa-masa di mana saya tidak terlalu kuat,” tutur Quartararo dilansir dari MotoGP.com.

“Saya tak terlalu frustrasi soal hasil yang saya raih saat masih muda, karena saya rasa saya jadi juara dunia seperti sekarang berkat masa-masa ketika saya kesulitan, mengalami momen-momen berat. Itu semua bikin saya makin kuat dan saya tak pernah kehilangan keyakinan. Saya selalu percaya pada diri saya,” ungkapnya lagi.

Kini setelah berhasil merengkuh gelar juara dunia, Quartararo tentu ingin motor yang lebih kompetitif. Tak pelak sejak tes pascamusim di Jerez, Quartararo memberikan komentar agak tajam karena menilai performa M1 belum ada kemajuan yang signifikan. Bahkan kemungkinan pindah pabrikan bisa sangat terbuka jika motor Yamaha M1 tak menunjukkan kemajuan signifikan di uji coba pramusim Malaysia dan Mandalika pada Februari 2022.

“Soal masa depan, saya terbuka untuk mendengarkan semua pabrikan,” ujarnya.

“Bagi saya, menang dengan dua motor berbeda bukanlah target utama. Namun, saya hanya mau bergabung dengan proyek yang saya rasa terbaik. Atas alasan itulah saya membuka pikiran, dan orang-orang di sekitar saya juga begitu. Jadi, saya akan mendengarkan semua tawaran,” tutup Quartararo.

Advertisements

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here