iklan gma

ARIPITSTOP.COM – Meski sudah puas dengan raihan gelar juara dunia, Quartararo tak mau bilang jika motor Yamaha saat ini merupakan motor yang terbaik, justru pembalap asal Prancis ini mengatakan kalau motor M1 saat ini masih banyak yang harus diperbaiki terlebih soal tenaga. Quartararo mengeluhkan motornya ketinggalan dibandingkna Honda dan Ducati.

Diatas motor YZR-M1, El Diablo bisa meraih 10 podium, 5 kemenangan, dan gelar juara dunia MotoGP di musim 2021 ini. Akan tetapi Quartararo justru tidak yakin jika motor tunggangannya merupakan motor terbaik saat ini, hal ini bisa juga dilihat dari susah payahnya pembalap Yamaha lainnya untuk bisa merangsek ke barisan terdepan, tengok saja Vinales yang menyerah dan pindah ke Aprilia, lalu Morbidelli juga tahun ini tidak bisa memperlihatkan batang hidungnya seperti musim 2020 lalu. Rossi dan Dovizioso juga masih tercecer dengan motor M1.

“Entah apakah Yamaha motor terbaik. Saya tak pernah menjajal Honda atau Ducati. Menurut pembalap lain, tampaknya tidak begitu. Tapi Yamaha cocok dengan saya. Kami kini jadi juara dunia dan bisa berpuas diri. Saya sangat nyaman dengan motor kami. Tapi tentu kami harus tetap bekerja,” tuturnya via Motorsport Total.

Quartararo menyatakan, alasan lain dirinya tak bisa menyebut M1 sebagai motor terbaik adalah fakta motor itu tak punya tenaga cukup besar dibanding pabrikan lain, utamanya Honda dan Ducati. Hal ini sejatinya sudah dituntut oleh banyak pembalap Yamaha sejak lama, namun tak kunjung diwujudkan oleh para insinyurnya.

“Ada area di mana kami tertinggal saat menyalip. Semua tahu apa yang harus kami kerjakan: tenaga mesin. Dengan lebih banyak tenaga, barulah kami bisa punya motor terbaik di grid. Yamaha tahu apa yang harus dikerjakan. Tapi saat ini saya tak bisa bilang apakah kami punya motor terbaik. Yang penting, kami adalah juara dunia,” lanjutnya.

Terakhir sebelumnya Yamaha meraih gelar juara dunia bersama Lorenzo tahun 2015 silam, tahun ini berhasil kembali diraih berkat tampilan apik dari Quartararo. Banyak yang bilang kalau gaya balap Quartararo memang mirip Lorenzo yang membalap dengan cara halus.

“Saya ingin jadi orang yang berbeda dari Jorge. Namun, gaya balap saya memang mirip Jorge. Saat Jorge merebut gelar, ia pembalap dengan gaya balap yang halus. Yamaha seperti itu juga pada 2019, dan saya mirip dengan Jorge dulu. Lap cepat tampak lamban. Tapi tahun ini gaya balap saya sangat berubah,” ujar Quartararo.

“Kini saya mencatat lap cepat pada limit performa. Anda bisa lihat ini dari TV. Ada perubahan besar di Yamaha dan kini Anda harus berkendara lebih agresif. Tapi sudah jelas Jorge dan Vale adalah referensi utama Yamaha karena mereka membela pabrikan ini begitu lama dan sama-sama legenda,” pungkas pembalap 22 tahun ini.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here