ARIPITSTOP.COM – MotoGP Aragon menyajikan balapan yang epic saat 4 lap menjelang balapan usai, pertarungan antara Bagnaia dan Marquez menjadi balapan ini terasa menegangkan setelah sedikit monoton di barisan terdepan yang minim saling overtake. Bagnaia berhasil mempertahankan gempuran sengit dari Marquez sehingga berhasil finish terdepan dan menjadi kemenangan perdananya di kelas MotoGP.

Sebelum balapan dimulai, dengan cuaca yang sangat anas di Aragon, Bagnaia sudah bilang jika yang menang nantinya adalah pembalap yang bisa memanage ban dengan baik, hal itu bisa dilihat ketika balapan sudah berjalan samai 17 la, maka dialah pemenangnya.

Ucapan Bagnaia ternyata terbukti kebenarannya, di barisan terdepan hanya ada Bagnaia yang selalu dibuntuti oleh Marquez, tak sekalipun terjadi overtake dari lap awal hingga menjelang 4 lap berakhir, Marquez hanya membuntuti Bagnaia tanpa ada perlawanan. Hal ini memang sudah menjadi cirikhas Marc Marquez banget ketika dirinya sebelum didera cidera. Marquez selalu membiarkan lawannya melenggang didepan namun menjelang lap-lap akhir barulah Marquez beraksi dan berhasil finish terdepan. Akan tetapi berbeda dengan yang terjadi di Aragon kemarin, Marquez kuwalahan meladeni pertahanan Bagnaia.

Bagnaia melakoni duel sengit dengan Marc Marquez pada balapan yang digelar di Sirkuit Aragon, Spanyol, Minggu (12/9/2021). Bagnaia yang unggul di trek lurus dan cepat di tikungan melesat mencapai garis finis pertama. Kemenangan ini lalu menyadarkan Bagnaia bahwa dia memiliki keunggulan atas Marquez saat duel terjadi.

“Pertarungan dengan Marc tidak mudah, saya tahu bahwa dia sangat kuat dalam pertarungan,” kata pembalap asal Italia tersebut, dikutip dari Marca.

“Tetapi saya juga mengetahui saya punya kelebihan karena saya memiliki sedikit ban yang sedikit di belakang. Kami memiliki kecepatan yang bagus sepanjang balapan.”

“Itu sangat panas dan kecepatannya sangat stabil. Setiap kali dia berusaha menyalip, saya berkata, ‘Saya tidak akan membiarkan dia melakukannya di tikungan untuk berada di depan saya’. ”

“Akhir pekan ini kami telah melakukannya dengan sempurna. Saya merindukan perasaan dan melakukannya dengan cara seperti ini membuat saya menyukainya.”

“Saya tahu betul dia akan mencoba menyalip saya dalam pengereman karena di tikungan itu sulit,” ungkap Bagnaia.

“Tapi saya mengerem dengan sangat keras. Saya tahu dia akan mencoba di bagian akhir balapan karena sebelumnya saya tidak melakukannya.”

“Itu sangat nyaman ketika berada di belakang, dengan slipstream. Ketika dia mencoba overtake, saya melihat masalah pada grip belakangnya. Ketika dia berakselerasi, dia selalu keluar.”

“Pada saat memasuki tikungan 2, dia masuk sangat jauh. Saya tahu saya harus melakukannya. Itu tidak mudah. Ban, panas, akan lebih aus. Saya tidak berharap memiliki kecepatan yang konstan.”

“Ini bagus, ketika ini berakhir seperti yang diharapkan, itu memberi motivasi kepada Anda untuk melanjutkan,” tutur Bagnaia.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here