ARIPITSTOP.COM – Ada yang tak biasa dengan podium MotoGP di Assen ketika dua pembalap Yamaha berhasil naik podium. Quartararo meriah merayakan kemenangannya bersama kru Yamaha sedangkan wajah Vinales terlihat dingin, cuek bebek podiumnya tidak dirayakan bersama kru Yamaha. Gestur tubuh dari Vinales ini pertanda jelas jika hubungan Vinales dengan Yamaha sedang tidak sehat.

pesta kemenangan Yamaha pada MotoGP Belanda sedikit ternodai dengan gestur dingin Vinales yang harus puas finis sebagai runner-up. Vinales terlihat menjaga jarak dengan anggota kru pabrikan garpu tala. Ketika Quartararo melompat pagar di parc ferme untuk merangkul personel Yamaha, Vinales terlihat cuek dan memilih menyendiri.

Bisa dicek videonya dibawah ini, bahkan ketika Quartararo diwawancarai sesaat sebelum naik podium, Vinales justru asik ngobrol dengan Joan Mir dan melihat2 motor GSX-RR, sepertinya dia ingin kembali ke Suzuki, wkwkwkwkkw…

Bahkan ketika Direktur Tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli, menawarkan pesta bersama di tangga podium, Vinales memilih cuek.

Sebenarnya di Assen, Vinales bisa berpotensi untuk menang, namun ada kesalahan di start dan motor Yamaha miliknya tidak ada kekuatan untuk menyalip trek lurus.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi ketika start. Mungkin kopling tidak terbuka dengan benar sehingga membuat posisi saya turun dari posisi depan. Kemudian aku terjebak di belakang Nakagami di posisi 4, dan tidak bisa melewatinya. Saya tidak mampu menyalip di lintasan lurus karena kurangnya top speed. Seperti yang juga dikatakan oleh Fabio, menyalip dengan motor kami cukup rumit karena kurangnya tenaga. Satu-satunya target adalah sebisa mungkin maju ke depan. Dan benar saja…. Sekalinya Saya berada di depan bisa mengejar Fabio walau sudah terlambat. So…. Yang penting aku berhasil masuk Podium dan kami kencang di Assen…” komentar Vinales dilansir dari Speedweek.

Ketika sesi konferensi pers usai balapan, Vinales dihujani pertanyaan isunya akan pindah ke Aprilia meski dirinya tak sepenuhnya membantah ada ketidak harmonisan di dalam internal Yamaha.

“Saya pikir, soal keuntungan, sulit mendapatkannya dalam situasi seperti sekarang. Saya hanya mendapat kesulitan. Entah bagaimana, saya mulai merasa ketika saya datang ke balapan itu mulai menjadi mimpi buruk,” curhat Maverick Vinales.

“Saya memiliki komentar yang sama selama tiga tahun. Saya hanya ingin tampil maksimal. Saya hanya ingin datang balapan untuk benar-benar balapan dan memberikan semua yang saya miliki.”

“Saat ini sulit. Ketika saya datang balapan, saya hanya berpikir masalah apa yang akan saya hadapi di balapan ini? Ini sebuah problem,” lanjutnya.

Advertisements

2 KOMENTAR

  1. Dari sejarah vinales yg dulu2 kayaknya yang perlu di upgrade itu vinalesnya sendiri bukan motornya. Kalo quartarato anak kemarin sore saja bisa klop dengan yamaha kenapa vinales yg sudah bertahun2 tidak?.. pake nyalahin inilah itulah… Wajarlah kalo sekarang yamaha ngasih perhatian lebih pada si taro… Gaji sedikit tapi bisa ngasih lebih… Sedang neng vina malah gaji besar tp gak bisa ngasih lebih…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here