ARIPITSTOP.COM – Petronas SRT bisa saja lepas dari Yamaha sebagai tim satelit, terlebih Yamaha juga tertarik dengan tim VR46 sebagai tim satelit mereka, akan tetapi akan terasa berat jika kerjasama antar Petronas SRT degan Yamaha yang sudah terjalin dengan manis.

Team Principal Petronas Yamaha SRT, Razlan Razali, tak memungkiri bahwa skuadnya bisa saja memutuskan tak lagi bekerja sama dengan Yamaha di MotoGP 2022 nanti. Namun melihat prestasi selama dua tahun dengan Yamaha, akan terasa berat hal itu akan terjadi.

Melihat keberhasilan tim Malaysia ini selama dua tahun sebagai tim satelit Yamaha setelah mengambil alih posisi Tech 3 yang memutuskan hengkang ke KTM. Tak disangka-sangka, mereka langsung tampil kompetitif.

Bersama Fabio Quartararo, mereka meraih tujuh podium pada 2019. Tahun lalu, El Diablo meraih tiga kemenangan, namun status SRT sebagai tim papan atas ditegaskan oleh Franco Morbidelli lewat lima podium, termasuk tiga kemenangan. Atas alasan ini, sulit membayangkan SRT dengan Yamaha hanya usai tiga musim.

Namun tidak bisa dipungkir jika Yamaha juga tertarik menjadikan Sky Racing VR46 sebagai tim satelit mereka. SRT bahkan dikabarkan bisa beralih ke Suzuki, yang sejak 2017 telah mencari tim satelit. Razali tak menutup kans ini, namun keputusan ada di tangan Petronas selaku sponsor utama.

“Saya tak menyangkal, saat pabrikan lain datang dan ingin bicara, kami selalu mendengarkan. Pintu kami terbuka pada semua kemungkinan. Tapi keputusan memilih pabrikan tergantung keinginan sponsor utama. Jadi, kami lebih banyak didikte keinginan Petronas pada 2022 dan tahun-tahun berikutnya,” ujarnya via Crash.net.

“Selama Petronas tak meminta kami melakukan perubahan, kami akan mengikuti arah mereka. Saat ini, niatan kami adalah tetap bekerja dengan Yamaha, karena dua tahun terakhir sangatlah fantastis. Kami tak bisa meraih prestasi yang segemilang itu tanpa dukungan penuh dari Yamaha Motor Company,” ungkap Razali.

“Kami takkan menutup pintu pada kesempatan apa pun. Namun, yang terpenting adalah arah dan strategi yang diinginkan Petronas. Mereka lah yang akan menentukan apa yang harus kami lakukan ke depannya,” pungkas Razali.

Advertisements

1 KOMENTAR

  1. Paling realistis, VR46 ke Yamaha. PSRT ke Suzuki.

    Tapi ya tergantung dari Petronasnya juga, kalau mereka realistis bahwa motor yang setidaknya bisa kompetitif, user friendly, dan konsisten ya baru Yamaha. Setidaknya timnya paling rendah ya di papan tengah, kemungkinan bisa bertarung di papan atas lebih besar. Ini dalam case satelit ya.

Tinggalkan Balasan ke tolet tebelum Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here