ARIPITSTOP.COM – Setelah Pemerintah resmi melarang Masyarakat untuk mudik, berbagai cara dilakukan untuk mengelabui petugas agar bisa menuju kampung halaman. Seperti mobil yang diangkut menggunakan Truk, lalu ada juga orang yang bersembunyi di bak belakang yang ditumpukin dengan kerupuk.

Mudik sudah menjadi budaya bagi Masyarakat Indonesia terutama bagi para perantauan, bahkan tradisi mudik ini menjadi salah satu cirikhas di Indonesia yang terjadi dalam satu kali saat menjelang lebaran yang dilakukan oleh jutaan masyarakat. Namun di tahun 2020 ini berbeda dengan tradisi mudik sebelumnya karena Pemerintah resmi melarang Masyarakat melakukan mudik untuk mencegah penularan virus Corona.

“Kejadiannya jam 2 siang tadi di Pospam Gerem Bawah. Kita curiga karena kok muatan kerupuk kelihatannya muatan lebih,” kata Kapolsek Pulomerak AKP Rifki Seftirian, seperti dilansir Korlantas Polri.

Setelah memberhentikan mobil pikap untuk diperiksa, terdapat 2 orang di dalam bak dengan jenis kelamin perempuan dan laki-laki. Kepada polisi, pemudik mengaku berasal dari Semarang.

“Di dalamnya ada 2 orang, pas kita tanya dari Semarang mau ke Bengkulu,” jelas Rifki.

Menindak tegas perbuatan tersebut, polisi memaksa pengendara untuk memutar arah karena telah melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah.

“Kita nggak menyelidiki lebih lanjut karena langsung kita minta putar balik,” tandas Rifki.

Kejadian lain juga menunjukkan Petugas gabungan yang berjaga di check poin kawasan Rungkut Industri Surabaya berhasil mengamankan delapan orang yang akan mudik dari Malang ke Surabaya. Guna mengelabui petugas, para pemudik ini bersembunyi di bak belakang mobil pick up dengan ditutupi terpal. Oleh pihak kepolisian, delapan orang ini dilarang masuk ke Surabaya dan dihimbau kembali ke Malang.

Kejadian ini menunjukkan bahwa imbauan mudik dari pemerintah belum efektif, karena masih banyak masyarakat yang berusaha untuk mudik.

Kejadian lain juga terlihat sebelumnya yang sempat viral ketika para penumpang Bus bersembunyi di bagian bagasi.

Kronologi :

  • Tanggapan dari @JonWiraHutama terhadap foto tersebut. Menurut akun@JonWiraHutama, lokasi foto tersebut bukan di Terminal Bus Ciledug melainkan di sekitar Cikarang.
  • “Dan tweet dari mb @saeval ini tdk benar. Foto tsb diambil di pom bensin cikarang bukan di ciledug. Sudah di confirm oleh crew bus langsung,” tulis @JonWiraHutama.
  • bus tersebut berangkat menuju ke arah Jawa Tengah dari Bekasi dengan mengambil jalan arteri sampai dengan di kawasan Cikarang. Ketika sampai di daerah Cikarang, crew bus mendapat informasi adanya penyekatan dan diminta kembali ke arah Jakarta.
  • Crew bus kemudian bernegosiasi dengan penumpang terkait pengembalian ongkos. Tetapi ternyata para penumpang menolak untuk kembali ke Jakarta.
  • Ketika penumpang memaksa untuk tetap berangkat ke Jawa Tengah, crew bus menyarankan kepada penumpang untuk duduk di bagasi sampai dengan titik pemeriksaan.
  • Seluruh penumpang setuju, lalu di pom bensin cikarang mereka berpindah ke bagasi dan karet2 semua dilepas supaya udara bs masuk…” tulis akun @JonWiraHutama.
  • Setelah melalui titik penyekatan, penumpang kembali ke tempat duduk penumpang dan bus melanjutkan perjalanannya.
  • Selepas pos penyekatan penumpang kembali naik ke tempat duduk dan bus jalan menuju jogja, bahkan dari PT bus tersebut ada refund beberapa % dari harga tiket dan sebenarnya seluruh penumpang sudah membawa kartu sehat.
Advertisements

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here