YAMAHA XABRE (5)

Yap, yang namanya produkpasti ada plus minusnya meskipun pada saat dirilis motor tersebut dieluk2an karena desain yang luar biasa namun dimata konsumen ataupun pengamat motor biasanya masih ada saja kekurangannya dan hal ini bisa menjadi bahan masukan buat pabrikan, kalau mau ditampung silahkan kalaupun tidak ditampung masukannya juga nggak masalah toh ini hanya sekedar masukan saja.

Setelah motor nangkring hampir satu minggu di garasi rumah, ternyata ada beberapa bagian yang saya rasa perlu dibenahi oleh yamaha, yang pertama dari soal engine. Motor sangar kekar bahkan pencangkokkan sok depan USD membuat motor ini tambah kekar apalagi tampang headlamp yang sangar, namun semua itu tidak diimbangi dengan mesin yang masih berkapasitas kecil. Dengan handling yang mudah serta stabil dan gaya berkendara yang beda dengan motor2 lainnya saya rasa Yamaha Xabre cocok memakai kapasitas mesin lebih besar misalnya mesin 250cc. Kan sudah MT-25 ? Yamaha menempatkan kedua motor di tempat yang berbeda, ternyata Yamaha Xabre bukan masuk klan MT Series meski ada beberapa part yang mengambil desain dari klan MT. Yamaha Xabre bukan produk global karena masing2 negara memproduksi motor ini sendiri2. Seandainya Yamaha Xabre dibenturkan kapasitasnya menjadi 250cc dengan tambahan fitur serta perbedaan fitur dari MT-25 maka posisi Xabre bisa diatas MT-25 dan tentunya dengan harga yang lebih mahal pula. Atau mesin scorpio diinjeksikan sehingga harga jual tidak terlalu tinggi mungkin bisa dibawah MT-25.

Soal mesin memang sudah pastinya dipikirkan matang2 oleh desainer yamaha, jika rangka yang dipakai hanya untuk kapasitas motor 150cc kemudian dicangkokkan engine dengan kapasitas lebih besar tentunya akan punya efek negatifnya seperti getaran di motor akibat rangka yang ada tidak bisa menyerap getaran mesin yang lebih besar dari yang ditentukan, belum lagi soal safety… engine lebih besar maka butuh rangka yang lebih mudah menstabilkan handling motornya, la kalau rangka yang didesain untuk kapasitas kecil kemudian dicangkokkan engine besar maka handling juga akan berubah.

XABRE (3)

Sisi yang kedua yang saya anggap kurang adalah desain knalpotnya, kenapa harus memakai knalpot R15 ?. Bukankah lebih cocok dengan desain underbelly atau justru sekalian kanlpot yang lebih besar dan kekar mengambil desain dari Yamaha Byson, justru akan menambah kekar sang kuda besi.

Untuk knalpot ini sebenarnya sudah ada jawaban langsung dari P.Dyon ketika sesi tes ride di sentul dimana beliau mengatakan :

”Prioritas development Yamaha Xabre memang lebih ke desain, sehingga untuk mesin termasuk knalpot prioritasnya masih dibawah desain. Plus jika dibuat underbelly, Xabre 150 tidak akan hadir disini hari ini, butuh waktu lama lagi. Masukannya ditampung.”

XABRE (1)

Yang ketiga, kabel gas… kabel gas Yamaha Xabre meski tidak mempengaruhi pandangan ke speedometer namun mata ini saat melihat ke stang jadi terasa mengganjal ketika kabel gasnya jolor keatas, kenapa kabel gasnya tidak diturunkan lagi melewati depan master rem seperti di motor X Ride sehingga tampak lebih rapi. Sebenarnya para biker Xabre bisa merubah posisi kabel gas sendiri seperti posisinya di motor X-Ride dengan catatan harus mengebor stang untuk membuat dudukan nok pengunci selongsong gasnya.

Yap, itu dari segi tampilan… memang sich kalau menuruti tampilan tapi mengesampingkan segi teknis agak repot, karena penerapan kabel gas nggak segampang yang kita kira, jika salah menerapkan posisi kabel gas maka efek yang ditimbulkan bisa berbahaya seperti kabel gas nyangkut.

XABRE (2)

Yang terakhir, sudah menjadi hal klasik yaitu posisi plat nomor. Yamaha selalu kekeh menempatkan posisi plat nomor di jidat, padahal dulu Yamaha old vixion penempatan plat nomor dibawah headlamp namun setelah keluar NVL baru dech generasi motor sport yamaha itu posisi plat nomor ada di jidat. Akan lebih elok dilihat ketika dudukan plat nomor ada di bawah headlamp, meski sesuai aturan bahwa penempatan plat nomor harus tegak agar mudah dibaca.

Yap, itu dari segi desain namun untuk dari segi teknis jelas sangat menguntungkan plat nomor diatas headlamp karena plat nomor dibawah headlamp tepatnya didepan radiator jelas mengurangi proses pendinginan air radiator karena laju udara agak terhambat dan arah angin yang terpecah akibat adanya plat nomor. Jika plat nomor diatas laju udara langsung menuju radiator sehingga proses pendinginan lebih stabil karena tidak hanya mengandalkan kipas radiator. Jelas kipas radiator juga lebih awet, itu dilihat dari segi teknisnya lebih menungtungkan plat nomor diatas, mungkin inilah yang membuat yamaha tetap menerapkan plat nomor tidak menutupi radiator. Ada plus minusnya juga… Kalau pas jalan tiba2 motor overheat kan malah berabe juga…

TES KONSUMSI BBM YAMAHA XABRE (4)

Last, ini hanya opini pribadi yang mungkin bisa menjadi masukan buat yamaha.

Advertisements

60 KOMENTAR

  1. Point no 2,4 ane setuju, knalpot minimal ky byson ato underbelly bikin gagah secara desain, walo bisa pake knalpot variasi tau sendiri pulkis tuh gmn. Plat nomer di jidat bikin jelek penampilan.

    Nti tunggu r15 v3, klo sesuai keinginan ane beli, klo ga ane ambil xaber.

  2. Hasil ITS150cc yang disapu bersih
    pasukan R15 dan Wawan tembong juara
    freestyle di Thailand mengibarkan Sang
    Saka Merah putih pake MT25. bisa dbikinin artikel g kang kasian anak negri berprestasi tp gk ada yg berani memberitakan..

  3. Betul tuh yang ditulis di artikel, terutama 2 hal ini:

    1. Mesin nanggung, seandainya mesin Scorpio yg ditemplokin meski belum injection tapi power dan torsinya bengis cocok sama body Xabre. Apalagi kalau mesinnya dikasih yg injeksi.

    2. Plat nomor dijidat. Tirulah Honda yg bisa memaksakan plat nomor di bawah lampu meskipun posisinya kayak pisau yg siap memotong siap saja yg melintas di depan motor.

  4. Ga value nih motor broo !! yang value mah PCX 40 juta dapet rem tromol baru value,,

    Dibeli dibeli

    bantuin kobay pekok ngoahahahaha

  5. masalah plat dijidat ini menurut saya karena idealisme yamaha ikuti peraturan dengan benar (tegak terlihat dari depan), dan dari sisi enginering biar tidak menutup jalur angin buat radiator.

    kalau dipaksa di bawah dan miring hampir tidur kaya warung sebelah ya kayak gimana gitu.

  6. yang value itu METIC HONDA PICEX 40juta dapet tromol .. ejekekekekjeke

    itu aja gak bisa me review gimana mo review motor yang lain…
    oya ngomong ngomong berapa ya penjualan pcx bulan ini………
    jgan jangan senasib sama cbr250

    hahahahhahaha
    # colek bloger buta prodak koboyoges

  7. menurut saya XABRE terkesan overprice.
    karena naked bike.
    walaupun berbagai fitur di benamkan banana arm,USD,LED
    tapi orang awam gak mudengg.
    semoga saja di terima pasar dgn baik.

  8. Iya ya, coba kalo mesinnya pakai punya scorpio diinjeksiin… muantab beuttt. Gak pake lama langsung inden.

    Ini xabre happening nya tenggelam kalah sama launching fu injeksi dan cbr

    Kalo sok depan nggak USD kayaknya gak bakal dibahas nih seber

  9. kalau opini gw mah
    namanya juga common part, wajar toh pake gen vixion.. nekan biaya
    kalo pake mesin scorpio, pastinya rangkanya juga beda .. ga common part lagi

    and juga kalo dibawah lampu.. itu pas usd nya menjleb, kondisi motor kena lobang sepertinya plat nomor akan ke “tekan” dan kena spakbor (jarak lampu dan spakboard depan makin pendek)

    pastinya akan merusak lampu dah spakboard depan
    ngono ombro

  10. Kerja di YIMM, tapi berani beropini. Ada juga yang gak ada hubungan sama ATPM, malah nggak berani memberi kritik. Mungkin nggak berani, ntar angpao bisa macet.

  11. Aplause buat keberaniannya , mantap kang ari… Kritikan konstruktif itu menuju kesempurnaan… Imho.. Selama ni klo masuk parkir yg resmi kn biasa ad di foto sma kmeranya tuh.. Nah nvl mah pkai di bawah aja Nopolnya masih ke capture sma kamera.. Gk prlu di HL jg koq… Peraturannya tuh yg sebaiknya dirubah pak pol…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here