polantas-razia-pelajar
gambar ilustrasi

 

Terjadi di lingkup polda kaltim, polda kaltim siang kemarin melakukan razia yang ditujukan terutama untuk para pelajar dan orang tua yang menjemput anaknya di sekolah. Ada yang dikenakan teguran seperti orang tua yang tidak memakai helm kemudian disuruh ulang lagi untuk mengambil helm sebelum menjemput anaknya di sekolah banyak pula yang ditilang karena pelajar belum punya SIM sudah bawa motor sendiri ke sekolah.

Nach salah satu siswi yang terkena razia ternyata dia anak dari salah satu polisi berpangkat AKBP di lingkungan Polda Kaltim, sontak si anak jadi bingung karena kena tilang teman bapaknya dan tidak punya SIM pula akhirnya dia telpon ke bapaknya, “Iya… Papa yang bilang. Aku nggak bisa ngomongnya. Aku nggak tahu,” ujar seorang gadis berseragam SMU sambil menempelkan ponsel di telinga kanan. Ia tampak lalu lalang seperti mencari seseorang. Di tangannya, ada selembar surat tilang warna merah dengan pasal tuduhan tidak SIM saat berkendara.

Ternyata pelajar tersebut mencari Kasatlantas Polres Balikpapan, AKP Novy Magdalena yang sedang diwawancarai awak media. Ia tiba-tiba mencolek dan menegur sambil mengatakan bapaknya mau bicara. “Ini bu, bapak saya mau bicara,” ujarnya sambil menyodorkan ponselnya.

Melalui telepon tersebut, Novy membenarkan anggotanya sudah melakukan penilangan. Dengan bukti surat tilang warna merah untuk mengikuti persidangan. “Silakan ikut sidang saja nanti, Pak. Hari Jumat,” kata Novy.

Pelajar tersebut tak sendiri. Ada puluhan pelajar lain yang juga bernasib sama. Terjaring razia dan ditilang karena berkendara tanpa memiliki SIM. Tak hanya pelajar tersebut, ada belasan  pelajar lainnya terjaring razia yang dilaksanakan Satlantas Polres Balikpapan di Jl Kapten P Tendean dekat gedung Perpustakaan Kota Balikpapan, Senin (12/1/2014).

Razia, menurut Novy sengaja membidik pelajar di bawah umur yang nekat membawa kendaraan sendiri ke sekolah. “Ternyata memang banyak, anak-anak di bawah umur yang masih SMP sudah berkendara sendiri. Kami tak pandang bulu, semua dikenai denda tilang Rp 1 juta sebagai pelajaran dan silakan mengikuti persidangan tilang di PN Balikpapan,” ujar Novy.

Tak hanya pelajar, para ibu yang menjemput anak mereka sepulang sekolah tapi si anak tidak menggunakan helm juga dihentikan aparat polisi. Pengendara diminta pulang dulu mengambil helm, sementara si anak diminta tinggal di tempat sampai dijemput kembali. “Untuk helm, kami berikan teguran saja. Mereka diminta ambil helm dulu, baru menjemput anaknya kembali. Pokoknya, anak juga harus pakai helm. Apalagi sudah usia SMP dan SMU. Sudah tergolong besar. Lagipula, risikonya juga sama bila terjadi kecelakaan,” kata Novy (via tribunnews).

14 KOMENTAR

  1. nampaknya operasi sim tidak akan efektif….karena apa…sarana transportasi umum yang kurang asik( nyaman+aman+murah) buat mereka….yo kepeksan pakde! naek angkota ra enak ra aman…dak duwe sim…wes nekat budal…

  2. Mudah2an aja beneran suruh sidang bukan cuma depan TV 🙂 udah jadi kebiasaan kalau ditilang nelp beking tapi kalo lagi diliput media rata2 polisi ga mau ngomong sama yg ditelp 🙂

  3. Anak sekolah terpaksa naik mtr sendiri karena bus sekolah blm tersedia banyak, transportasi umum ga aman dan banyak tawuran pelajar, ini yg pernah saya alami sendiri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini