iklan gma

ARIPITSTOP.COM – Honda akan merubah secara radikal motor RC213V akibat selama dua musim yang terpuruk tanpa kehadiran Marc Marquez akibat didera cidera berkepanjangan. Selama dua tahun pandemi, MotoGP dimenangkan oleh Suzukai dan Yamaha, sedangkan Honda tidak bisa berkutik. Takeo Yokoyama selaku Direktur Teknik Honda Racing Corporation (HRC), berbicara tentang kesulitan Honda telah mengalami dalam pengembangan motor dan menjelaskan bahwa ban belakang telah dominan pada tahap ini. Selain itu, ketika ditanya tujuan apa yang dimilikinya untuk 2022.

Setelah dua musim sangt terpuruk, HRC mencoba untuk melakukan perubahan besar-besaran pada motor RC213V. Honda berencana mengubah konsep desain pada motor mereka. HRC mengubah konsep desain motornya dari ‘front-end’ seperti RC16 milik KTM dan meniru seperti Ducati dan Aprilia dengan fokus pada ‘rear-end’.

Honda RC213V saat ini memang dikenal sebagai motor setingan hanya untuk Marc Marquez, karena ketiga pembalap Honda lainnya tidak sanggup menaklukkan motor tersebut. Mungkin atas dasar hal ini juga Honda menginginkan motornya bisa dipakai untuk semua pembalap tidak fokus untuk satu pembalap.

“Tujuannya adalah untuk memenangkan gelar! Secara teknis, apa yang ingin kita capai adalah penggunaan ban belakang yang lebih efisien; itu jelas. Musim lalu adalah yang kedua dengan ban ini dan kami mulai memahami bagaimana menggunakan ban,” ungkap Takeo Yokoyama dilansir dari MotoGP.com.

Tahun pertama masa pandemi atau musim 2020, Dorna mengeluarkan regulasi tidak ada pengembangan motor akibat masalah pandemi Covid-19. Hal ini menambah kesulitan Honda yang ingin merombak motor RC213V.

“Tapi tahun lalu, ada beberapa batasan untuk apa yang bisa kami lakukan dengan motor (pengembangan mesin terhenti karena COVID-19), jadi kami tidak bisa mengubah banyak hal secara radikal,” tambahnya.

“Ya, ini desain ulang yang besar. Karena ketika kami kalah, ketika hasilnya buruk, lebih mudah melakukan perubahan radikal,”

“Ketika Anda menang, lebih sulit untuk membuat perubahan radikal, tentu saja,” tutur Takeo Yokoyama.

Advertisements

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here