iklan gma

ARIPITSTOP.COM – Akhirnya bisa merasakan sensasi dari motor terbaru All New Honda CBR150R, dengan perubahan desain secara total maka sensai riding di motor sport 150cc inipun berubah meski untuk segi power masih sama karena memakai mesin yang sama dari generasi sebelumnya, namun dengan penambahan fitur Assist & Slipper Clutch menambah sensasi tersendiri di bagian mesin dan perubahan total terjadi pada ayunan sokbreker yang kini sudah memakai sok tipe terbalik.

Yap, pengetesan New CBR150R kali ini berada di lingkungan Astra Honda Motor Safety Riding & Training Center yang berada di kawasan Industri Deltamas Cikarang. Lokasi yang luas karena memang tempat ini digunakan untuk pelatihan safety riding dan dimasa pandemi ini sering digunakan AHM untuk merilis produk terbarunya, dan kali ini All New CBR150R yang disuguhkan di trek yang aspalnya semulus pipi Desi Ratna sari.

Pertama soal desain, sudah tidak bisa disanggah lagi kalau All New CBR150R ini mengikuti garis desain CBR250RR, malah dibilang persis plek ketiplek tanpa tedeng aling2. Lihat saja bagian depan dan belakang bahkan dilihat dari samping… tidak ada yang menyanggah kalau motor ini juga bisa dibilang secara desain paling cakep dikelasnya meski… mengcopy paste dari sang kakak. Soal copy paste dari saudaranya sendiri sudah bukan hal baru bagi Honda… tengok saja generasi CBR jauh2 sebelumnya… dari 150cc sampai moge memiliki wajah yang sama, tengok saja saat ini desain dari model CB150R Neo Cafe… persis banget seperti kakak2nya.

Selain soal desain yang menarik bahkan menjadi perdebatan para pecinta roda dua di media sosial karena mirip CBR250RR, yang menarik dari motor ini adalah pemakaian sok USD yang memakai tipe USD memiliki diameter 37 mm dan berjenis Separated Function Fork Big Piston yang dibikin oleh Showa. Sok USD punya All New CBR150R ini punya level yang berbeda dari suspensi depan CBR250RR yang hanya Showa SFF (Belum Big Piston).

SFF artinya Separated Function Fork dimana, bagian kanan dan kiri dari fork depan memiliki fungsi dan struktur jeroan yang berbeda dimana pada satu bagian hanya terdiri dari mekanisme spring sedangkan di bagian lain ada mekanisme spring, ditambah compression dan rebound. Keuntungan tipe sok USD SFF Big Piston ini lebih pada kestabilan pada saat trek lurus, sedangkan sok USD punya CBR250RR menggunakan komponen Cartridge, peruntukannya lebih ke kestabilan saat high speed cornering. Jadi memang ada perbedaan keutamaan ya…

Sayangnya perubahan total bagian sok depan justru ada sedikit penurunan di bagian sok belakang, kok penurunan gimana maksudnya?, jika sok belakang Old CBR150R bisa diseting tingkat ayunannya hingga tingkat 5 setingan, untuk sok All New CBR150R ini sudah paten tidak bisa diseting, namun sok belakang ini ayunannya sudah disesuaikan dengan perubahan yang terjadi di bagian sok depan.

Soal mesin?, tidak perlu banyak dibahas karena mesinnya masih memakai tipe mesin yang lama yaitu 150cc, DOHC, 1 silinder, berpendingin cairan. Mesin tersebut mampu mengeluarkan tenaga maksimal hingga 17,1 PS @9.000 rpm dan torsi puncak mencapai 14,4 Nm @7.000 rpm. Tenaga tersebut dipadukan dengan transmisi 6-percepatan Slipper Clutch yang mendelivery Power dari Mesin ke roda belakang.

Lanjut ke sesi pengetesan All New CBR150R, dengan tinggi badan saya 173cm dan bobot yang kini 167kg, ketika berada diatas jok motor tidak jauh beda dengan CBR150R yang lama, posisi kaki masih dengan nyaman menapak bebas di tanah. Yang paling saya suka dari CBR150R ini adalah Riding Positionnya, saya bilang motor ini adalah motor paling nyaman soal riding position, stang upper-yokenya pas banget buat medan touring, untuk para pecinta motor nunduk2 pasti setuju kalau motor ini nggak bakalan cepet bikin pegel posisi stangnya.

Lanjut liak liuk di trek… kunci kontak ON dan menyalakan mesin, motor masih baru bro…. mesinnya halus, hehehe… tarik tuas kopling masukin gigi satu, untuk tuas kopling memang enteng khas motor 150cc. Namun ketika menginjak gigi memang terasa bedanya, agak sedikit empuk dibandingkan versi sebelumnya, mungkin ini pengaruh dari fitur terbarunya Assist & Slipper Clutchnya.

Akslerasi dari motor ini memang sudah baik, terlebih di kecepatan awal hingga menengah, meski tenaga atas sedikit dibawah kompetitor, namun faktanya motor ini juga mampu digeber dengan cepat untuk menempuh kecepatan 100kpj.

Pindah gigi kedua dan ketiga saat melaju di trek lurus juga kini memang terasa lebih ringan dan memang diakui soal akslerasi sudah lebih baik berkat perubahan mesin di bagian kopling. Namun untuk engine brake agak sedikit lambat dibandingkan Old CBR150R, hal ini saya kira akibat efek dari fitur Assit & Slipper Clutch.

Gimana rasanya perubahan di bagian Sok?, jauh banget tentunya dibandingkan dengan versi lama, meliak-liuk di tikungan, ayunan soknya nurut banget bahkan bantingan soknya ketika habis nikung mendorong motor untuk segera akslerasi. Lebih terasa ketika habis straigh lalu mengerem dalam kemudian menikung dengan kecepatan agak tinggi, kinerja sok USD benar2 tidak kedodoran untuk menopang mesin 150cc.

Kemudian dibagian pengereman yang saya rasakan sudah cukup pas untuk motor sekelas 150cc, untuk bagian pengereman masih sama dibandingkan versi lama hanya perbedaan desain piringan cakramnya. Desain piringan cakram model wavy disc untuk penggunaan durasi lama suhu piringan akan tetap terjaga.

Kesimpulannya setelah mengetes motor ini adalah motor ini cocok banget untuk para biker yang suka touring menggunakan motor sport 150cc bahkan cocok untuk harian, karena motor ini memiliki posisi riding yang nyaman nggak terlalu nunduk. Soal mesin, saya bilang sudah cukup untuk motor sport 150cc, terlebih untuk motor harian di lingkungan perkotaan.

All New Honda CBR150R dipasarkan dalam dua tipe yakni Non-ABS dan ABS. Tipe Non-ABS ditawarkan dalam warna Matte Black, Victory Black Red, dan Dominator Matte Black dengan harga Rp 35,9 juta. Sementara untuk warna Honda Racing Red dijual seharga Rp 36,6 juta.

Sementara untuk varian ABS ditawarkan dalam warna Victory Black red dan Dominator Matte Black yang dibanderol sebesar Rp 39,9 juta. Lalu corak Honda Racing Red dijual seharga Rp 40,6 juta dan MotoGP Edition dijual Rp 40,8 juta.

Advertisements

3 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan ke Apa beda suspensi Showa SFF non BPnya CBR250RR dengan BPnya CBR150R? versi kupasmotor | Mengupas soal motor Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here