iklan iwb

purwakarta larang siswa sekolah naik motor

Anak sekolah sudah naik motor ? padahal belum punya SIM dan skill pasti belum mumpuni buat naik motor, bukan mahir naik motornya tapi belajar menaati rambu2 lalu lintas itu yang mereka sering langgar justru mereka juga sering kebut2an sesama teman sekolah.

“Gerakan ke sekolah bersepeda dimulai. Bupati akan cabut jaminan pelayanan pengobatan bagi anak yang berkendaraan bermotor di bawah umur,” jelas Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Kamis (23/7/2015). via detik.

“Ada surat pernyataan yang ditandatangani oleh orangtua yakni kesanggupan menaati peraturan bupati dan peraturan sekolah. Para orangtua juga sudah dikumpulkan,” tegas dia.

Nach kini siswa sekolah di purwakarta sudah tidak bisa lagi naik motor ke sekolah karena sang bupati sudah mengeluarkan peraturan itu, namun belum tahu sanksi apa yang dijatuhkan jika masih ada siswa yang nekat naik motor ke sekolah.
Daerah lain kapan?

Advertisements

12 KOMENTAR

  1. Blogger dan komentator yg terhromat, anda tahu mengapa siswa-siswi kebanyakan bawa motor? Diantaranya adalah :
    1. Umumnya siswa-siswi ini yg bawa motor merupakan sekolah menengah, karena jumlah smp dan sma (negri) yg tidak memadai maka konsentrasinya di setiap daerah berbeda2, belum lagi faktor “nilai” menentukan leluasa atau tidaknya memilih sekolah menengah
    2. Faktor orang tua berperan disini, ada orang tua yg cuek pd anak, ada yg percaya pd anaknya, ada juga yg terlalu sibuk, atau bisa saja si anak gengsi
    3. Transportasi umum di negara kita sangat memprihatinkan, jadi ada saja daerah yg sarana transportnya kurang
    4. Dan berbagai faktor lainnya yg banyak kalo ditulis
    Poin2 diatas adalah pengalaman dan pengamatan saya sebagai seorang siswa sma, jadi saya tahu alasan kenapa mereka bawa motor, saya sendiri ke sekolah bawa motor semenjak smp kls 2, jarak rumah dan smp bisa 1 jam (kalo gak salah) jika ditempuh berjalan kaki (pernah nyoba). Sementara sma saya masih mending 15 mnt jalan kaki masih sanggup lah
    Intinya, “banyak jalan menuju roma”, begitu juga “banyak cara menuju sekolah”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here