ARIPITSTOP.COM – Rossi mendapatkan kritikan pedas akibat hasil yang diraih ketika balapan seri pertama di Qatar 2021, start dari posisi 4 kemudian saat balapan hanya mampu finish posisi ke-12 dengan keluh kesah masalah bagian ban. Dengan hasil ini, Rossi mendapatkan kritikan pedas disuruh pensiun karena dianggap menghambat pembalap muda lainnya untuk tampil di MotoGP.

Tahun 2021 dengan umur yang sudah menginjak angka 42 merupakan musim ke-26 Rossi di ajang Grand Prix, dan yang ke-22 di kelas para raja. Sejak 2009, ia belum pernah lagi meraih gelar dunia, dan belum memenangi balapan lagi sejak MotoGP Belanda 2017. Meski sudah tua, namun semangat Rossi untuk balapan masih muda.

Di lain sisi, Lucchinelli kecewa melihat Rossi hanya finis ke-12 di Qatar. Juara dunia GP500 1981 ini pun menyebut harusnya Rossi pensiun saja. “Vale tadinya merupakan ‘alien’, namun waktunya sudah tiba untuk memberi ruang kepada pembalap muda di MotoGP,” ungkapnya seperti yang dikutip Corsedimoto.

“Saya tak punya dendam pada Vale, namun saya tak suka orang-orang yang mencoba menemukan alibi untuknya. Kini ia balapan hanya untuk finis, bukan untuk menang. Jadi, ia sudah merenggut motor dari anak muda, padahal dia sendiri belum menang lagi lebih dari tiga tahun,” lanjut Lucchinelli.

Rossi biasanya diam ketika mendapatkan kritikan untuknya ketika disuruh pensiun akibat hasil balapan yang jeblok. Namun kali ini berbeda, Rossi menjawab dengan tegas kritikan dari sosok yang dianggap teman. Rossi kecewa dengan komentar Lucchinelli, yang selama ini sudah ia anggap sahabat sendiri karena punya hubungan yang sangat baik dengan sang ayah, Graziano Rossi.

“Saya kecewa Lucchinelli bilang begini, karena tadinya ia sahabat Graziano. Kami tadinya juga teman baik. Tiap kali bertemu dengannya, saya lihat dia orang yang sangat baik. Saya bisa bilang dia penjilat. Itu mungkin kata yang buruk untuk menggambarkannya. Tapi pada suatu titik ia memang mulai bicara buruk soal saya, entah apa penyebabnya,” ujar Rossi.

“Pada akhirnya, setiap orang sah-sah saja berpendapat, meski tentu saya kecewa. Yang terpenting bagi saya hanyalah hasil balap. Jika saya bisa cepat, semua orang juga bakal kembali mendukung sang pemenang. Jika saya tak berhasil, orang-orang juga akan tetap ngomong kalau saya harusnya pensiun beberapa tahun lalu,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini Rossi juga mengatakan jika dirinya sudah pensiun nanti, tidak akan sembarangan menjadi komentator mengomentari seorang pembalap. Hal ini bahkan ia sudah sampaikan kepada para sahabatnya, Albi Tebaldi (CEO VR46) dan Alessio ‘Uccio’ Salucci (Project Leader VR46).

“Meski begitu, saya hanya mengharapkan satu hal, dan saya sudah mengatakan hal ini beberapa kali kepada Albi dan Uccio: saat saya tua nanti, saya takkan menjadi orang seperti mereka,” pungkas Rossi,

Advertisements

2 KOMENTAR

  1. kasihan luca marini. gara” ambisi pak ‘legend’ dia cuma dapat motor ‘ampas’. #mungkin begono mangsod kang lucchinelli.

  2. Yang namanya karier, kalau sudah melewati puncaknya gak bakalan nanjak lagi, dan pada akhirnya akan pensiun dan menunggu mati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here