image description

ARIPITSTOP.COM – Kepala mekanik dari Movistar pernah mengungkapkan jika pengembangan motor M1 lebih mendengarkan masukand ari Rossi dibandingkan dengan Vinales, bahkan Vinales sempat berbicara jika gaya balapnya berbeda dengan Rossi sehingga tidak bisa memakai motor dengan setingan yang sama. Sepertinya kini pengembangan M1 berbeda arah atau malah kejadian Rossi vs Lorenzo akan terulang lagidi garasai Yamaha.

Team Director Yamaha, Massimo Meregalli mengakui jika selama ini masukan dari Rossi lebh berharga dibandingkan Vinales. Pengalaman yang menjadi alasan kuat menjadi alasan serta sosok yang telah memenangi tujuh gelar juara kelas premier, menjadikannya otoritas yang mapan dalam hal pengembangan YZR-M1.

“Penilaian Valentino lebih penting daripada yang dimiliki Maverick dan ini normal,” kata Meregalli.

“Rossi berusia 39 tahun dan Vinales 23 tahun. Maverick harus belajar darinya dan mengambil keuntungan. Memang benar setiap pembalap memiliki gaya berkendara dan membutuhkan beberapa material tertentu. Tapi motor kami hanya bisa dikendarai dengan satu cara dan jika basisnya bagus, keduanya akan senang.” tutupnya.

Terlebih Vinales kecewa dengan hasil pra musim tiga bulan kebelakang yang dianggapnya hanya buang2 waktu saja, tiga bulan yang sia2 ungkapan Vinales tersebut berdasarkan tes pr amusim di Sepang, Thailang hingga Qatar, bahkan tes hari ketiga di Qatar dia langsung berujar jika setingan motornya tidak bisa mengikuti gaya Rossi.

“Dalam tes ini, kami mengambil arah berlawanan. Itu benar-benar sulit, karena saya tidak bisa menekan atau mendapatkan yang terbaik dari diri sendiri. Motor memiliki set-up, tapi Anda harus beradaptasi dan mengekstrak 100%. Kami memodifikasi motor, karena saya merasa kami seperti kehilangan satu setengah hari. Saya tidak berkendara pada 100%. Kami tersesat dan saya tidak bisa menekan. Itu berarti, saya punya ruang untuk perbaikan, terutama motor. Kami jauh dari level yang bisa kami capai.” ungkap Vinales.

Pada sesi hari terakhirnya di Qatar, peningkatan catatan waktu disebabkan keputusannya yang kembali menggunakan set-up pada hari pertama, ketika ia tampil tercepat.

“Saya hanya merasa bagus pada setengah jam terakhir. Kami mengubah set-up dalam 40 menit terakhir dan kembali ke (apa yang kami pakai) pada hari pertama. Rasanya seperti motor yang berbeda – tidak sebagus tahun lalu. Tapi jika saya punya lebih banyak waktu, saya bisa lebih cepat.” pungkas pembalap Spanyol ini.

Dengan jelas Vinales mengungkapkan jika dirinya tidak bisa menggunakan motor dengan karakter pembalap lain, dia harus memakai motor sesuai karakternya sendiri.

“Seperti yang Saya katakan, jika kami ingin memenangi gelar juara, saya harus memiliki motor yang sesuai untuk gayaku. Dan sejujurnya, dalam hal elektronik, kami melakukan perbaikan cukup banyak. Senang rasanya merasa cepat lagi.” Ujar Vinales.

“Saya mencoba untuk membuat motor Yamaha yang bisa cocok denganku. Saya tidak akan mampu melakukan balapan dengan motor yang dibangun sesuai karakter orang lain, karena Saya tidak membalap dengan gayanya. Kupikir kami harus berkonsentrasi untuk diri sendiri. Musim 2017 Saya sangat fokus dan motor pun bekerja dengan baik. Tahun ini Yamaha mencoba untuk berbagi data dan kupikir ini tidak akan berjalan dengan baik.” pungkas Vinales.

Advertisements

4 KOMENTAR

  1. Jika melihat seri perdana kemaren sepertinya masih tetap VR46 yg paling jago memanagement pemakaian ban di banding M1 lain nya

  2. yang jadi pertanyaan…, kenapa dia sampe membuang2 waktu segitu banyaknya buat kembali ke setingan awal, logikanya kan, misal setingan awal udah cocok, trus tweak 1 parameter…, 3-5 lap gak cocok, balik parameter tadi di reset, tweak parameter yang lain, coba lagi…, katakanlah 1 hari nyobain setingan baru, ternyata gak cocok, besok harinya tinggal balik ke setingan awal dan maksimalisasi riding style, jadi penasaran…, padahal ada ramon forcada yang biasa ngurusin JL dulu, yang udah terbiasa berbeda setingan sama tim mekaniknya vr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here