ARIPITSTOP.COM – Ditinggal pergi Marc Marquez, Honda kini sedang memburu pembalap yang dinilai bisa menjinakkan RC213V. Sebelumnya dikabarkan kalau Maverick Vinales menjadi incaran, namun menjelang GP Indonesia, pembalap Aprilia lainnya yaitu Miguel Oliveira digosipkan akan dirayu untuk bisa bergabung dengan Honda. Hingga akhirnya kabar ini terdengar oleh Massino Rivola selaku CEO Aprilia Racing.

Siapa pengganti Marquez belum diumumkan sejauh ini, meski Marc Marquez sudah resmi mengumumkan pindah ke Gresini. Namun informasi terpercaya mengatakan kalau pembalap Portugal, Miguel Oliveira masuk adalah incaran utama HRC. Padahal sebelumnya Honda juga dikabarkan mencoba mendekati Vinales yang merupakan pembalap pabrikan Aprilia.

Pada Selasa (10/10/2023), Motorsport Espana melaporkan bahwa kontrak Oliveira diperkirakan berisi klausul yang bisa mengizinkannya hengkang dari Aprilia dan RNF jika dapat tawaran dari tim pabrikan lain, seperti Alex Rins yang dilepas LCR Honda Castrol ke Monster Energy Yamaha.

Oliveira yang berusia 28 tahun, dipandang sebagai pilihan paling menarik oleh HRC karena pengalamannya di MotoGP, dan khususnya pada dua motor terkemuka Eropa di KTM dan Aprilia.

Lalu apakah Oliveira berani hengkang dari Aprilia yang saat ini sudah memiliki kontrak sampai 2024 ?. Kabar inipun membuat bos Aprilia menjadi terganggu, lewat GPOne pada Rabu (11/10/2023), Rivola menegaskan bahwa baik Vinales maupun Oliveira takkan pergi ke mana-mana pada 2024. Ia juga menegaskan tak ada klausul khusus dalam kontrak Oliveira yang bisa melepasnya ke tim pabrikan lain.

“Kalau begitu, saya ikut pergi ke Honda bersama Maverick dan Miguel!” gurau Rivola, yang lalu berubah serius. “Saya tak punya terlalu banyak komentar. Saya tidak tahu apa-apa soal itu.”

“Namun, hal yang sama terjadi ketika saya pergi ke Jepang. Saya rasa Honda tak tahu ke mana harus pergi memburu, dan memang tepat bagi mereka untuk melakukan pergerakan,” lanjut Rivola.

“Dari sisi saya, mereka takkan pergi. Tak satu pun dari mereka bicara dengan saya dan saya ingin mempertahankan mereka. Kami juga pernah menggaet rider baru pada pertengahan musim, tapi kala itu Maverick berstatus ‘bebas’,” ungkap Rivola.

“Jelas tercipta kesan buruk usai apa yang dilakukan Marc. Saya pun ingin tahu caranya dan Honda mencapai kesepakatan. Namun, dari sisi Aprilia, pesan kami adalah: kami sudah tanda tangan kontrak, jadi berhenti ganggu kami. Kontrak harus ditaati,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini