ARIPITSTOP.COM – Nomor 1 dianggap sebagai nomor kutukan atau nomor keramat karena nomor ini sudah terkenal dengan gagalnya para pembalap mempertahankan gelar juara dunia MotoGP setelah memakai nomor 1 yang menjadi haknya setelah berhasil menjadi meraih delar juara dunia di musim sebelumnya. Ada tiga pembalap yang sudah pernah gagal setelah memakai nomor 1 ini, siapa saja mereka?.

Nomor 1 pada motor di MotoGP hanya boleh dipakai oleh juara dunia sang Petahana, sehingga tidak bisa sembarang pembalap bisa memakai nomor keramat ini, terlebih di MotoGP ada semacam kepercayaan bahwa pembalap yang memakai nomor 1 akan terkena kutukan susah menjadi juara dunia lagi.

Nomor 1 di MotoGP memang seperti dikeramatkan, tercatat beberapa pembalap yang meraih gelar juara dunia lalu memakai nomor 1 ternyata ditahun berikutnya tidak bisa meraih gelar juara dunia lagi.

Oleh karena itulah banyak juara dunia era MotoGP ogah menggunakan nomor keramat 1. Dari Valentino Rossi (46), Marc Marquez (93), Joan Mir (36) dan Fabio Quartararo (20) pilih bertahan dengan nomor motor lama.

Nickey Hayden ketika membela Honda dan Lorenzo saat di Yamaha serta Stoner pernah merasakannya. Bahkan seorang Stoner harus merasakan pil pahit nomor 1 sampai dua kali, berikut rinciannya :

  • Hayden gagal mempertahankan titel juara dunia 2006 saat memakai nomor 1 pada musim 2007.
  • Stoner gagal mempertahankan titel juara dunia 2007 saat memakai nomor 1 pada musim 2008.
  • Lorenzo gagal mempertahankan titel juara dunia 2010 saat memakai nomor 1 pada musim 2011.
  • Stoner gagal mempertahankan titel juara dunia 2011 saat memakai nomor 1 pada musim 2012.

Lalu kenapa Bagnaia mau memakai nomor 1 di musim 2023 nanti?, Pada acara launching motor Ducati untuk MotoGP 2023, Pecco Bagnaia membenarkan sebuah pilihan sulit harus memilih nomor motor 63 atau 1.

“Prosesnya rumit, tapi akhirnya saya memilih nomor 1 pada sesi pemotretan tim pekan lalu,” ujar Bagnaia.

“Sudah lama sejak kita melihat nomor 1 di MotoGP. Saya selalu mengagumi orang-orang yang membalap dengan nomor 1. Itu mewakili identitas Anda sebagai juara dunia.”

“63 akan selalu menjadi nomor saya, dan saya akan menggunakannya bersama dengan nomor 1. Jadi saya akan memiliki angka 63 kecil di dalam nomor 1 dan di helm saya,” lanjutnya.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here