ARIPITSTOP.COM – Aki menjadi salah satu komponen penting di Motor, karena Aki berfungsi untuk menyimpan tegangan listrik yang digunakan untuk hampir semua piranti elektronik di motor. Tanpa Aki, kita akan kesulitan menghidupkan motor. Oleh sebab itu, Aki juga harus kita perhatikan kondisinya, terlebih jika menemukan kondisi Aki yang mengembung alias Hamil, harus segera dicek karena bisa berakibat fatal bahkan sampai meledak.

Keberadaan aki tidak dapat diabaikan, Aki berfungsi sebagai alat penyimpan daya listrik pada kendaraan bermotor. Oleh karena itu, piranti ini juga harus mendapatkan perhatian perawatan.

Aki akan normal jika suplay arus listrik yang masuk ke Aki juga berjalan normal, jika sistem pengisian atau penyetruman di motor tidak berjalan normal maka Aki akan mudah rusak, seperti soak/tekor atau justru overcharged/kelebihan setrum.

Jika pengisian/setrum dari Spull dan Kiprok berjalan normal, aki akan terisi arus listrik dengan lancar, namun ketika Arus listrik berkurang dari standar yang ditentukan maka Aki akan lebih cepat tekor alias soak. Ketika Aki sudah Soak, Aki tinggal kita cas ulang saja, biasanya langsung sembuh, dengan catatan kondisi sistem pengisian setrum ke Aki di Motor berjalan Normal, kondisi ini tidak mengakibatkan Aki bisa mengembung. Lalu apa yang menyebabkan Aki bisa mengembung?.

Yang Pertama, penyakit Aki kembung bisa terjadi pada aki basah atau aki kering. Salah satu penyebabnya ada indikasi masalah di sistem kelistrikan motor terutama di sistem pengisian. Lebih sering dikarenakan faktor overcharged, kejadian ini biasanya akibat dari Kiprok atau spull yang sudah rusak sehingga Kirpok sudah tidak bisa menyaring arus listrik yang masuk ke Aki, jika kondisi Normal saat kondisi motor hidup tegangan di Aki maksimal 14V, maka saat overcharge bisa lebih dari 15 V, sehingga sel di dalam Aki akan menjadi cepat panas dan akhirnya terjadi Aki kembung.

Penyebab yang kedua, penyakit ini juga disebabkan karena pelat cell di dalam aki yang sudah rusak. Tekanan dari pelat cell tersebut yang membuat aki terlihat menggelembung. Terlebih jika alternator terus mengisi daya ke dalam aki dengan pelat cell yang sudah rusak. Hal ini akan menimbulkan suhu panas yang berlebih. Oleh sebab itu, jika aki memang sudah terlihat menggelembung, itu berarti pertanda bahwa memang aki harus segera diganti dengan yang baru.

Ketiga, pemakaian Aki yang tidak sesuai spesifikasi motor. Biasanya memakai Aki yang Amperenya lebih rendah. Misalnya motor tersebut memakai Aki sebesar 7 Ampere, tetapi dipaksa memakai Aki yang hanya memiliki 5 Ampere, pada akhirnya Aki menjadi kelebihan muatan yang berakibat akan cepat panas dan berakhir kembung.

Faktor keempat, khusus untuk tipe aki basah, lobang pernafasan harus diperhatikan, karena jika lobang pernafasan ini tersumbat, uap air aki tidak bisa keluar sehingga aki akan menjadi panas. Bahkan bisa bahaya kalau lobang ini tersumbat karena aki bisa meledak.

Faktor Kelima, kualitas aki juga menentukan apakah Aki akan mudah rusak atau tidak. Jangan pilih Aki dengan kualitas rendah, efeknya bermacam2 bukan hanya akan kembung, lebih sering terjadi umurnya pendek alias tidak awet.

Sebelum ganti aki baru, pastikan komponen kelistrikan dalam keadaan normal dan tidak terpasang aksesori kelistrikan berlebih supaya aki baru enggak kembung lagi.

Advertisements

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here