ARIPITSTOP.COM – Rivalitas antara Marc Marquez dengan Rossi memang selalu menarik untuk diikuti, meskipun Rossi sudah pensiun, faktanya hubungan diantara kedua pembalap selalu menjadi perhatian khusus di mata publik. Terakhir, Marc Marquez secara terang-terangan mengungkapkan jika dirinya menggambarkan hubungannya dengan Rossi bagaikan Perceraian sepasang suami istri.

Marc Marquez membuka diri tentang hubungannya dengan Valentino Rossi pada program Joaquin Sanchez ‘El Novato’. Hubungan Marquez dengan Rossi awalnya sangat baik, Marc yang dulu selalu mengidolakan Rossi menjadi berubah drastis akibat insiden di tahun 2015.

Berawal pada musim 2015, ketika serangkaian pernyataan dan tindakan akhirnya menyebabkan insiden di Grand Prix Malaysia. Rossi dijatuhi sanksi dan akhirnya kehilangan gelar juara kepada Jorge Lorenzo. Marc Marquez dimusuhi penggemar The Doctor.

Sejak saat itu, kedua pembalap menghentikan keramahan mereka. Hanya kematian tragis Luis Salom di Grand Prix Catalunya 2016 yang membuat mereka berjabat tangan lagi, meski dengan sikap dingin yang masih terasa hingga sekarang. Dalam acara ‘El Novato’ bersama pesepak bola Real Betis, Joaquin Sanchez, di Antena 3, Marquez blak-blakan soal ini.

“Saya punya hubungan terburuk dengan Vale. Rasanya seperti perceraian. Kalau Anda dengar salah satu versi cerita, Anda akan memercayainya. Kalau kemudian dengar versi lainnya, Anda akan percaya apa yang mau Anda percaya. Tak ada yang baik dan yang buruk. Begitulah yang terjadi. Ada ketegangan di antara kami dan semuanya meledak,” ujar Marquez.

“Apakah Anda tahu apa yang terjadi? Ketika Anda adalah Lionel Messi, Anda tidak mencari kontak, Anda tidak mencari perselingkuhan, Anda tidak mencari permainan untuk memanas. Karena Anda adalah yang terbaik dan Anda melakukannya ketika Anda menginginkan, Anda memiliki kecepatan dan apa pun.

“Ketika Anda melihat diri Anda dengan sedikit rasa rendah diri, dan hal yang sama terjadi dalam sepak bola, Anda akan mencari suasana yang agak jarang terjadi, karena dengan cara itu Anda bisa mencetak gol.

“Hal yang sama juga terjadi sedikit. Dalam kejuaraan itu, yang mana semuanya meledak, Lorenzo punya kecepatan lebih dari dirinya. Dia ingin atmosfer memanas untuk melihat apakah ada sesuatu yang akan keluar. Tapi, pada akhirnya [Lorenzo] menang karena kecepatan.”

Sanchez kemudian mengajukan pertanyaan soal kemungkinan Marquez dan Rossi mencoba berbaikan pada masa mendatang. Namun, Marquez yakin hal ini takkan bisa terwujud, meski ia tetap menaruh rasa hormat atas prestasi Rossi. “Saya tak yakin kami bisa melakukannya,” ucap pembalap berusia 29 tahun ini.

“Saya punya rasa hormat yang sangat tinggi atas apa yang ia lakukan untuk dunia balap motor. Saya rasa ia satu-satunya orang yang mampu menarik publik. Saya juga mengakui ia salah satu yang terhebat. Namun, setelah apa yang terjadi di antara kami, kami punya kehidupan masing-masing,” pungkasnya.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here