ARIPITSTOP.COM – Adik dari Marc Marquez ternyata langsung mengeluarkan unek-uneknya ketika sudah terbebas dari kontrak bersama Honda, dirinya ternyata menyimpan kepedihan selama 3 tahun bersama Honda. Tak bisa kompetitif yang dinilai karena motor yang tidak kencang serta perlakuan dari Honda terhadap dirinya, bahkan Alex Marquez menyebutkan kalau bertahan di Honda sama saja cari mati.

Kepada La Gazzetta dello Sport, juara dunia Moto3 2014 dan Moto2 2019 ini pun menyatakan bahwa mentalitasnya sangat terusik oleh jebloknya performa Honda berikut perlakuan mereka padanya. Dirinya mengaku stres bersama Honda dan kini sudah lega bisa pindah ke tim pabrikan lain.

Alex Marquez datang ke Repsol Honda memang secara dadakan, tahun 2020 secara mengejutkan ketika Lorenzo memutuskan pensiun maka Honda harus mencari pengganti dan dapatlah duet adik kakak Marquez. Sebagai rookie, ia secara mengejutkan meraih dua podium di musim 2020. Namun, sebelum musim 2021 dimulai, ia dipastikan tergeser ke LCR Honda pada 2021 demi memberi ruang kepada Pol Espargaro. Sejak itu, ia justru terpuruk.

“Saya mengakhiri musim dengan kondisi psikis yang sudah mencapai limit akibat apa yang terjadi di Honda,” ujar Alex Marquez.

“Beberapa bulan terakhir sangatlah berat… Perubahan pun saya butuhkan, dan bertahan di sana bakal sama saja seperti cari mati. Saya menginginkan motor yang cepat, dan saya kini punya. Inilah yang penting bagi pembalap. Apa yang terjadi nanti tergantung tangan kanan saya (gas),” lanjut Marquez.

Pindah ke tim Honda tidak seperti yang dikira oleh orang diluar, Saat bergabung dengan Honda pada 2020, ia diduga akan dapat perlakuan spesial karena ia merupakan adik Marc Marquez. Nyatanya, ia justru tidak mendapatkan dukungan teknis yang baik.

“Semua orang mengira Honda bakal memberi saya perhatian khusus, padahal yang terjadi justru sebaliknya. Saat mereka meletakkan saya di LCR, saya merasa sendirian dan tidak penting. Perlakuan ini datang dari Honda, bukan dari tim saya, yang malah selalu punya hubungan sangat baik dengan saya,” kisah Marquez.

Namun kini dirinya sudah lega punya tim dengan motor kencang meski tidak mendapatkan motor terbaru untuk digunakan pada musim 2023 nanti.

“Saya tahu motor apa yang saya punya, dan saya tak harus mengajukan ribuan pertanyaan kepada diri saya sendiri soal apa yang bakal saya temui dalam tes-tes pramusim pada Februari nanti,” tutupnya.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here