ARIPITSTOP.COM – Masih ingat dengan rivalitas Lorenzo dengan Rossi yang satu team namun harus membangun sebuah tembok di garasi mereka agar tidak saling contek data?, kala itu situasi memanas antar kedua pembalap. Tak akan hilang ingatan kita perseteruan antara Rossi dengan Marc Marquez?, inilah yang membuat MotoGP terlihat menarik bagi penonton kala itu, bukan hanya di trek, mereka juga panas di luar trek.

Lorenzo mengatakan jika MotoGP sekarang memang kurang seru, salah satunya akibat para pembalap yang saling bertewan tidak ada tensi tinggi diantara para rivalitas. Dan sangat minim drama-drama tersaji di trek.

Padahal, kata Lorenzo, pembalap MotoGP zaman dulu selalu terlibat gesekan sengit saat perlombaan. Bahkan, tak jarang, perselisihan tersebut berlanjut hingga ke luar lintasan.

“Saat ini, semua pembalap terlihat berkawan. Cara bicara Quartararo ke Bagnaia tidak sama seperti saat saya bicara ke Rossi. Kemudian cara bicara Bagnaia ke Martin tidak sama seperti saat Rossi bicara ke Stoner. Kini, semuanya punya hubungan baik,” ujar Lorenzo, dikutip dari Cycle World, Sabtu (3/12/22).

Saat MotoGP dahulu, terlihat kerasnya rivalitas Mick Doohan dengan Alex Criville, Valentino Rossi dengan Max Biaggi, Casey Stoner, Jorge Lorenzo dan Marc Marquez, serta Marco Simoncelli dengan Dani Pedrosa.

Lorenzo kemudian mengenang rivalitas sengit antara Valentino Rossi dengan Casey Stoner dan Max Biaggi di masa lalu. Kala itu, menurutnya perlombaan terasa seru dan bisa memacu adrenalin penonton. Kini, pemandangan tersebut sudah jarang terlihat.

“Saya menghormati semua pembalap, tapi rivalitas membuat penonton menjadi lebih bersemangat. Saya jadi teringat persaingan antara Rossi dengan Stoner atau Rossi dengan Biaggi. Kala itu, rivalitas membuat semuanya terlihat seru,” ungkapnya.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here