ARIPITSTOP.COM – Penjualan motor di Indonesia jika melihat data selama bulan Agustus dan September 2022, sudah mulai menuju kearah normal menembus angka 500ribuan unit setiap bulannya. Angka ini tentunya positif setelah sejak 2019 lalu terkena gelombang Covid-19. Namun, konsumen masih mengeluhkan inden pembelian motor masih panjang.

Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sejauh ini penjualan motor di dalam negeri, Januari-September, telah mencapai 3.612.360 unit.

Jumlah penjualan sepeda motor di pasar domestik sebanyak 514.460 unit pada September 2022. Jumlah tersebut menurun 1,97% dibandingkan pada bulan sebelumnya yang sebanyak 524.821 unit. Hanya saja jika dibandingkan setahun sebelumnya, penjualan sepeda motor mengalami kenaikan 10,73%. Pada September 2021, penjualan sepeda motor di pasar domestik sebanyak 464.614 unit.

Motor jenis matic masih menguasai penjualan motor di Indonesia, selama Januari-September 2022, motor Matic menguasai 87,62% dari total penjualan sepeda motor. Kemudian, motor bebek hanya terjual sebanyak 6,70%. Sementara, proporsi penjualan sepeda motor jenis sport hanya sebesar 5,68%.

Kemudian melihat data penjualan ekspor motor sebanyak 75.012 unit pada September 2022. Angka tersebut turun 0,62% dari bulan sebelumnya yang sebanyak 75.481 unit. Secara kumulatif, 70,21% motor yang diekspor merupakan jenis Matic. Kemudian, motor bebek sebesar 10,75% dan motor sport sebesar 19,03%.

Krisis Chip yang melanda dunia otomotif sempat mengganggu proses produksi motor, skutik paling laris Honda Beat dan Scoopy sempat inden hingga empat bulan. Yamaha Nmax juga sempat dikatakan tenaga penjual dealer inden tiga bulan.

Meski krisis Chip sudah menghilang dan produksi Motor sudah mulai normal, namun ternyata inden pembelian Motor baru masih mengular. Beberap konsumen masih mengeluhkan harus inden hingga 2 bulan untuk tipe motor tertentu.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here