ARIPITSTOP.COM – Babak final dari gelaran balap YAMAHA SUNDAY RACE 2022 digelar di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor pada akhir pekan ini (17-18 September 2022). Balapan yang dari sejak tahun 2015 dikenal untuk menampung para anak komunitas Yamaha ini juga diikuti oleh para pembalap profesional dari pembalap Nasional Indonesia. Meski dipenuhi dengan para profesional balap yang tentunya butuh biaya yang tak sedikit, namun berbeda dengan para komunitas yang berani tampil turun balapan dengan bermodalkan motor standar, sehingga biaya yang dibutuhkan tak butuh kocek lebih dalam.

Yamaha Sunday Race lebih banyak dibuka kelas untuk para komunitas karena memang awalnya balapan ini sebagai wadah untuk para komunitas Yamaha melampiaskan motor R15 dan R25 dilintasan sirkuit. Disini para anak-anak komunitas belajar lebih dalam tentang riding skill ketika turun di lintasan balap.  Tentunya bukan hanya belajar riding skill tetapi disini juga ajang promosi buat para bengkel, para pembalap yang juara pasti bengkelnya akan kebanjiran order minta di oprek.

Kalau sudah berkaitan dengan oprek alias modifikasi mesin apalagi untuk kebutuhan balap, tentunya butuh biaya yang banyak untuk kebutuhan oprek mesin dan penunjang balap lainnya. Namun berbeda dengan diajang balapan Yamaha Sunday Race, pesertanya tak butuh modal banyak karena hanya dengan motor kondisi standar sudah bisa ikut geber motornya di sirkuit Sentul.

Seperti yang dilakakukan sama Tubagus Rusdiman Paisal yang lebih dikenal sebagai @TugabusElang di laman instagram. Fotografer yang sekaligus hobi motor ini ikut Yamaha Sunday Race 2022 seri final bermodalkan motor R25 standar.

“Beneran mas, ini motor kondisi standar, kalau nggak percaya buka aja deh mesinnya”, celoteh Tubagus Elang saat saya wawancarai di sirkuit Sentul.

Bermodalkan motor R25, Dirinya turun di kelas R25 Comm. B. Meski regulasi di kelas Comm B membolehkan memakai PiggyBack, dirinya tetap memakai ECU standar. Bagian mesin sama sekali tidak ada yang dirubah masih standar bawaan pabrik.

Karena bagian mesin dan pengapian masih standar dia hanya berubah bagian gear set saja untuk mengejar akslerasi dan top speed. Gear depan memakai ukuran 13 dan gear belakang pakai ukuran 44. Meski hanya seting gear, tak mudah baginya untuk mendapatkan setingan yang pas karena beberapa kali bongkar pasang ukuran gear.

“Awalnya gear belakang pakai ukuran 43 tapi terlalu panjang nafasnya, akhirnya naikin ke 44 lalu gear depan pakai 13, awalnya pakai ukuran 14 juga masih kepanjangan.” sambung Tugabus menjelaskan.

Sedangkan untuk penunjang motor agar lebih stabil saat dipakai balapan, Suling sok depan dirubah agar mendapatkan rebound yang pas, sok belakang diganti pakai Ohlins. Stang pakai Bipro, Knalpot pakai WRX, kemudian ban pakai Pirelli. Karena cuaca yang tak tentu di sirkuit Sentul maka dirinya juga sudah menyiapkan ban cadangan untuk kondisi kering maupun wet race.

“Yang lain cuma main bikin body sama cat saja, ya ditotal-total habis dana 15 jutaan semuanya termasuk cat biayanya hampir 5juta, harga sok ohlins 5juta”, pungkasnya.

Dengan sedikit ubahan diatas, Tubagus Elang mampu mencatatkan lap time 02 menit 05,711 detik dan topspeed mencapai 185 kpj. Pada sesi kualifikasi yang digelar pada hari Sabtu 17 September 2022, dirinya mampu bertengger di posisi ke 12 dari 21 pembalap yang berlaga di kelas R25 Comm B.

#bLUcRU #bLUcRUIndonesia #YamahaRacingIndonesia
#SemakinDiDepan
#IdemitsubLUcRUYamahaSundayRace2022

Advertisements

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here