ARIPITSTOP.COM – Aneh tapi ini sering terjadi, bukan kebalik arah pemasangan V-beltnya akan tetapi posisi V-belt yang bisa kebalik posisi luar dan dalamnya. Banyak yang berpendapat bahwa kondisi V-belt yang terbalik seperti karena mekanik salah pasang, padahal sebenarnya ada faktor teknis pada motor yang membuat V-blet jadi melintir dan terbalik posisinya.

Pemasangan V-belt memang tidak boleh terbalik, sebagian V-belt sudah ada tanda arah panah agar mekanik tidak salah memasang arah putaran V-belt. Untuk soal yang satu ini memang sering terjadi dan sering dijumpai dan lebih ke faktor Human Eror alias kesalahan dari Mekanik yang pasang, bisa dilihat contoh salah pasang yang seharusnya arah tanda panah kedepan justru ini kebelakang.

https://www.autos.id/

Nach, kali ini bukan masalah tanda panah yang terbalik, akan tetapi posisi V-belt yang seharusnya didalam justru melintir berubah geriginya yang ada diatas. Bisa dilihat foto dibawah ini.

Seharusnya posisinya benar adalah seperti ini.

Bisa dilihatkan posisi Vbeltnya, foto diatas posisi V-belt bisa terbalik antara dalam dan luarnya. Yang pertanyaan adalah kok bisa terbalik posisinya?, apakah mekanik salah pasang?.

Menurut pendapat pribadi saya sebagai mekanik, sangat kecil sekali bahkan nol persen “0”% sangat kecil sekali Mekanik bisa salah pasang V-belt dalam kondisi terbalik seperti itu, kenapa?, karena bentuk dari V-belt yang tidak mudah maen ditekuk ketika memasang bahkan malah jadi sulit ketika memasang V-belt dengan posisi terbalik seperti itu. Mekanik yang masih belajar atau mekanik yang masih sedikit pemahamannya tentang CVT juga saya yakin tidak akan seceroboh seperti itu karena memang bentuk V-belt yang sudah terdesain bentuknya yang melingkar tanpa harus dipaksa membalik posisi V-belt, jadi boleh dibilang seandainya yang memasang tukang tambal ban-pun tetap sedikit sekali persentase kesalahannya.

Lalu kenapa posisi V-belt bisa terbalik?, V-belt bisa terbalik karena pada saat V-belt berputar ada daya dorong pully yang berlebihan sehingga posisi V-belt melebihi diameter pully, sehingga saat putaran tinggi dan V-belt sudah posisi paling atas bagian pully depan atau belakang langsung melintir dan terjadilah posisinya langsung terbalik, (boleh dibilang V-beltnya itu lompat). Maksud dari posisi V-belt sudah melebihi diameter pully adalah ilustrasi foto dibawah ini.

Kenapa bisa V-belt sampai naik keatas pully melebihi diameter pully?, ini dilihat dulu kondisi CVT masih standar atau sudah oprekan alias modifikasi atau sudah mean kirian.

  • Kondisi CVT masih standar

Sebelumnya kita pahami dulu cara kerja dari CVT. Pada Pully bagian depan, posisi V-belt ketika putaran rendah adalah V-belt berada di posisi bawah, sedangkan pada putaran tinggi maka posisi V-belt akan pindah keatas.

Kebalikannya pada pully belakang, saat putaran rendah posisi V-belt ada diatas sedangkan saat putaran tinggi posisi V-belt ada dibawah.

Videnya bisa dilihat dibawah ini, langsung klik aja di menit 1.50 detik

Nach, semakin ringan roller yang dipakai maka roller akan lebih cepat menekan V-belt untuk keatas akibat dari gaya sentrifugal, dan semakin berat rollernya maka roller akan lebih lambat untuk menekan V-belt.

Begitu juga dengan kondisi Per CVT di pully belakang, semakin lembek tingkat kekerasan per CVT maka tekanan ke pully belakang lebih kecil sehingga motor akan berat diputaran bawah, sedangkan untuk kondisi Per CVT yang keras tingkat kekerasannya maka tekanan ke pully belakang semakin besar sehingga motor akan lebih cepat berakslerasi di putaran bawah.

Lalu jika kondisi CVT masih standar kok V-belt bisa sampai ke batas limit diameter pully depan atau belakang???.

Faktor pertama adalah kondisi V-belt, apakah V-belt tersebut asli atau KW, kondisi V-belt yang sudah lama dipakai maka diameter V-belt akan semakin besar sehingga V-belt bisa loncat lepas dari pully atau loncat tapi langsung terbalik dan masih ada di pully. Kemudian pemakain V-belt yang imitasi atau KW tidak diketahui kualitas V-belt atau ukurannya sesuai standar atau tidak.

Selanjutnya kondisi Roller yang sudah aus parah dan kondisi rumah roller yang sudah oblak. Ketika roller yang sudah aus maka bobotnya otomatis akan lebih ringan dari ukuran standar ditambah lagi kondisi rumah roller yang sudah aus sudut kemiringannya atau oblak bushingnya, alhasil putaran pully depan tidak beraturan membuat roller akan lebih cepat menekan V-belt untuk keatas sampai batas luar diameter pully depan.

Pada pUlly belakang biasanya akibat dari kondisi per CVT yang sudah lembek, akibat tekanan per CVT yang sudah lemah, maka tekanan balik untuk menekan V-belt agar tertekan ke diameter besar akan menjadi lemah alhasil V-belt di pully belakang akan pada posisi ke diameter kecil sedangkan V-belt depan akan tertahan dalam posisi diameter terluar.

Jadi ketika CVT masih standar tapi V-belt kok bisa terbalik posisinya akibat faktor dari kondisi roller dan tingkat keausan derajat pully depan, kemudian untuk pully belakang lebih kepada kondisi tingkat kekerasan per CVT.

  • Kondisi CVT yang sudah modifikasi

Nach kalau untuk urusan yang satu ini sih jelas karena salah setingan, sebenarnya hampir sama saja penjelasannya ketika kondisi CVT masih standar namun dengan sedikit perbedaan.

Biasanya ketika modifikasi pada suka memakai roller yang lebih enteng, lalu pully depan dipapas derajatnya, lalu dikerok jalur rollernya. Sedangkan untuk bagian pully belakang diganti per CVT yang lebih keras untuk mengejar akslerasi atau diganti per CVT yang lebih lembek untuk mengejar top speed.

Kalau sudut kemiringan pada pully depan dipapas semakin kecil maka V-Belt akan lebih cepat naik keatas, ditambah lagi dudukan roller dikerok agar roller bisa lebih naik keatas. Ditambah lagi dengan per CVT yang jauh lebih keras dari tekanan standar, ya sudah dech… Vbelt bakalan lompat. Kalau salah setingan maka V-belt bisa kebablasan melebihi diameter pully depan.

Kesimpulan

Kenapa bisa V-belt sampai naik keatas pully melebihi diameter pully kemudian lompat dan berakhir terbalik posisinya?. Lebih karena pada kondisi teknis pada motor, selalu cek kondisi CVT, servis rutin agar kondisi motor tetap nyaman saat dipakai.

Advertisements

1 KOMENTAR

  1. Joss penjelasannya… jadi paham sistem kerja motor matic… videonya sangat membantu… makin bikin saya nggak pengen beli matic…. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here