ARIPITSTOP.COM – Tak disangka, Aleix Espargaro dengan RS-GP justru kini menjadi kandidat terkuat kedua menjadi juara dunia MotoGP 2022 setelah Quartararo. Pembalap asal Spanyol ini mampu tampil konsisten meski di musim 2022 ini lebih sering podium ketiga dan belum mampu podium kedua ataupun justru podium pertama. Punya selisih 34 poin dalam klasemen pembalap, Aleix menganggap ini sesuatu hal yang kecil, bahkan akan semakin mudah jika Quartararo melakukan kesalahan.

Melihat tabel perolehan poin saat ini, Quartararo kini mengoleksi 172 poin, sementara Aleix Espargaro berada di peringkat kedua dengan selisih 34 poin. Meski begitu, Espargaro tak terlalu cemas.

Menurut Aleix, apa pun bisa terjadi dalam perebutan gelar dunia karena masih ada 10 seri tersisa. “Tiga puluh poin tak ada apa-apanya. Jika Fabio jatuh di Assen dan saya menang, saya kembali tepat di belakangnya. Masalahnya, Fabio sangat cepat setiap hari Minggu,” tuturnya.

“Namun, musim masih panjang, banyak balapan tersisa, dan kita lihat pada masa lalu bahwa Fabio melakukan kesalahan pada paruh kedua musim. Namun, saya kecewa soal balapan ini, karena tanpa masalah ban, saya punya ritme yang mirip dengan Johann Zarco,” pungkas Aleix.

Disisi lain, Perjuangan Francesco Bagnaia untuk menggapai titel MotoGP 2022 kian berat, lantaran gap dengan Fabio Quartararo bertambah menjadi 91 poin. Tampil kuat sepanjang latihan bebas, dilanjutkan keberhasilan raih pole position, Bagnaia justru menelan pil pahit saat balapan di Sirkuit Sachsenring, Minggu (19/6/2022).

Jarak sebesar 91 poin tentunya makin menyulitkan Bagnaia dalam perburuan gelar juara. Sebabnya Quartararo slalu tampil konsisten dalam balapan 10 seri ini. Dijagokan menjadi kandidat juara dunia 2022, justru kini Pecco malah berada di posisi 6 klasemen dan akan tergeser oleh rekan setimnya Jack Miller yang sama2 mengoleksi 81 poin.

Advertisements

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here