ARIPITSTOP.COM – Problem homologasi Sirkuit KymiRing dan situasi geopolitik memaksa FIM beserta Dorna Sports untuk menunda MotoGP Finlandia hingga musim 2023. Sepertinya Dorna tidak mau mengambil resiko untuk memaksakan menggelar balapan di Finlandia yang kondisi politiknya sedang memanas akibat invasi Rusia ke Ukraina.

Rumor batalnya Finlandia menggelar MotoGP 2022 sudah berhembus sejak bulan Maret. Sirkuit Kymi Ring tak kunjung memenuhi syarat homologasi. Batalnya seri di Finlandia tahun ini membuat jumlah race berkurang, yang tadinya ada 21 menjadi 20 grand prix. Padahal, MotoGP di Finlandia sudah dijadwalkan bergulir pada 10 Juli mendatang.

Finlandia kali terakhir menjadi tuan rumah kejuaraan dunia balap motor adalah pada 1982 silam, yang bertajuk GP Imatra. Saat ini, Sirkuit KymiRing memegang kontrak penyelenggaraan berdurasi lima tahun.

Pernyataan resmi Dorna:

FIM, IRTA dan Dorna Sports wajib mengumumkan perubahan kalender Kejuaraan Dunia MotoGP™ FIM 2022.

Pekerjaan homologasi di KymiRing, bersama dengan risiko yang disebabkan oleh situasi geopolitik yang sedang berlangsung di wilayah tersebut, dengan sedih mewajibkan pembatalan Grand Prix Finlandia pada tahun 2022. Keadaan saat ini telah menciptakan penundaan dan menempatkan pekerjaan yang sedang berlangsung di sirkuit baru dalam risiko. . Oleh karena itu, semua pihak telah sepakat bahwa debut trek harus ditunda hingga 2023, ketika MotoGP™ berharap untuk kembali ke Finlandia untuk pertama kalinya dalam empat dekade.

Oleh karena itu, kalender Kejuaraan Dunia MotoGP™ FIM 2022 final diharapkan terdiri dari 20 putaran.

Advertisements

3 KOMENTAR

  1. Dorna apakah menyebut nama Rusia? Dari yang saya baca di artikel hanya menyebut karena situasi geopolitik. Lha kok judul udah mbebek aja dengan narasi media mainstream yang ‘russophobia’? Ngertinya cuma invasi rusia ke ukraina aja kah? finlandia resmi mengumumkan gabung nato sudah ngerti apa belum? Literasinya diperdalam dan diperluas lagi ya biar tidak terlihat cetek pemikirannya. Atau setidaknya usah dibumbui unsur politik lah artikelnya. Bahas motor ya bahas motor aja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here