ARIPITSTOP.COM – Gagal menang di kandang sendiri, Quartararo memang masih menjadi pembalap tercepat di Yamaha dan kini sedang memimpin klasemen sementara namun dirinya mengaku bahwa saat ini bukanlah favorit juara dunia MotoGP 2022.

Balapan di kandang sendiri sirkuit Le Mans Prancis, Quartararo gagal meraih podium dan melanjutkan tren positifnya ketika balapan di Eropa karena pada dua balapan sebelumnya selalu naik podium. Quartararo gagal meraih kemenangan di Le Mans, meski memperlihatkan kecepatan balap yang bagus sepanjang latihan bebas, akhir pekan lalu. Namun, selama perlombaan, El Diablo justru sangat kesulitan untuk mendekati para rival-rivalnya yang berada di barisan depan.

Dengan kondisi paket motor saat ini, sang juara dunia bertahan pun merasa tak yakin akan bisa mempertahankan titel pada MotoGP 2022.

“Tidak, saya bukan favorit juara sejauh ini,” kata Quartararo.

“Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah tidak membuat kesalahan. Jika saya tidak membuat kesalahan, saya bisa berada di sana, karena kecepatan kami di setiap balapan, selain beberapa seperti Austin dan Qatar, kami adalah yang tercepat.

“Di sini dalam hal kecepatan, bagi saya, saya adalah yang tercepat. Tapi begitu Anda membuat kesalahan kecil, Anda kehilangan segalanya.

“Saya ingat satu balapan tahun lalu ketika Pecco (Francesco Bagnaia) start di Portimao dari grid P11, dia mampu memperbaiki banyak posisi.

“Pada balapan ini (Prancis), saya berada dalam situasi yang sama, tapi saya bertahan di P6. Saya tidak tahu apa yang bisa saya lakukan, karena saya mendorong diri saya hingga batas.

“Saya mencapai limit di mana-mana. Tapi saya bahkan tidak bisa mencobanya. Ini adalah hal yang paling membuat frustrasi. Anda berada pada lap terakhir, dan bahkan jika Anda tertinggal satu sentimeter, mereka berakselerasi dan menjauh.

“Kemudian Anda kehilangan 0,1 detik. Inilah mengapa saya tidak merasa menjadi favorit juara tahun ini.”

Sebelumnya, Quartararo mengaku frustrasi karena tak mampu melakukan aksi overtaking terhadap para rival. Padahal, ia punya race pace lebih baik. Quartararo pun merasa finis keempat di GP Prancis bukan tempat sebenarnya ia berada, mengingat banyaknya pembalap yang terjatuh di depannya.

“Saya sama sekali tidak merasa senang dengan balapan saya,” ujarnya.

“Ada tiga kecelakaan di depan saya, dan tidak bisa senang dengan balapan karena posisi saya yang sebenarnya bukan keempat, itu lebih jauh ke belakang.

“Itu bukan karena kecepatannya, karena jika Anda memeriksa semua latihan, kami memiliki kecepatan terbaik.

“Tetapi kemudian Anda berada di posisi di mana Anda tidak memiliki trek yang jelas atau Anda tidak dapat menyalip, maka selesai sudah.

“Inilah mengapa saya bahkan tidak marah karena saya sudah sedikit terbiasa dengan itu.

“Yang pasti, saya selalu memberikan 100 persen. Saya memberikan segalanya hari ini dan saya memiliki satu momen di mana saya hampir kehilangan (grip) bagian depan di tikungan terakhir.

“Aleix (Espargaro) berada di depan dengan jeda setengah detik dan saya sudah tertinggal dalam lima tikungan. Jadi, dalam hal kecepatan saya cepat.”

sumber: Motorsport.com

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here