ARIPITSTOP.COM – Bungkamnya Suzuki pasca kabar merebak pada awal bulan Mei tentang keinginan mengakhiri balapan di MotoGP hanya sampai 2022 membuat semakin meyakinkan jika tim Hamamatsu ini memang sudah yakin dengan keputusannya. Hal ini tentunya membuat masa depan Mir, Alex Rins, dan anggota tim lainnya terkatung-katung. Manajer pribadi Mir, Paco Sanchez, mengaku sudah berdiskusi dengan semua tim MotoGP. Namun, Mir menjadi kandidat terkuat pengganti Pol Espargaro di Repsol Honda, bahkan dirinya tidak takut menjadi rekan satu tim dengan Marc Marquez.

Joan Mir bukan lagi menjadi yang pertama kali ini dibidik oleh HRC, pasalnya pembalap Joan Mir pernah hampir menjadi tandem Marc Marquez untuk menggantikan Dani Pedrosa yang akhirnya justru Lorenzo yang berhasil masuk dan bertahan satu musim saja yang kemudian digantikan oleh Pol Espargaro.

Jika kepindahan Mir ini benar-benar terjadi, maka juara dunia Moto3 2017 dan MotoGP 2020 itu akan bertandem dengan Marc Marquez, sang delapan kali juara dunia. Ia pun mengaku sama sekali tak takut pada tantangan ini. Menjadi tandem Marc Marquez tentu akan menjadi tantangan yang berat karena selama ini Honda sering lebih fokus pengembangan motor RC213V hanya tertuju pada gaya balap Marc Marquez, tengok saja sekelas Dani Pedrosa yang belum mampu mempersembahkan juara dunia selama berkarir bersama HRC di kelas MotoGP, kemudian Lorenzo menyerah di tengah jalan dan Pol Espargaro sampai saat ini masih kesulitan menjinakkan RC213V.

“Bagaimana kalau saya berani? Ya, tentu saja saya bakal berani. Kita lihat saja nanti. Saya yakin ia mungkin merupakan rider terbaik dalam sejarah. Namun, menjadi rekan setim Marc takkan bikin saya merasa terintimidasi. Saya yakin tidak,” ungkap Mir.

Sumber: Mundo Deportivo, Bola.net

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here