ARIPITSTOP.COM – Quartararo ketika menjalani sesi balapan di Argentina pekan lalu justru kedapatan asik ngobrol bareng bos Suzuki Ecstar, akan tetapi dirinya juga mengatakan jika dirinya mencoba berfikir dengan baik jika Honda tertarik dengannya.

Setelah GP Argentina selesai, gosip kepindahan Quartararo kembali bergulir. Lewat Sky Sport, Senin (4/4/2022), pembalap Prancis berusia 22 tahun ini pun mengaku tak menutup kans menggantikan Pol Espargaro demi jadi tandem Marc Marquez.

“Honda punya ketertarikan pada saya? Saya harus memikirkannya lebih dulu. Saya harus memikirkannya secara hati-hati, masa depan saya belum jelas. Keputusan macam ini butuh waktu, namun tentu ini hal yang harus saya pikirkan,” ungkap Quartararo.

Di lain sisi, Quartararo juga kedapatan sempat mengobrol dengan Direktur Tim Suzuki Ecstar, Shinichi Sahara, di paddock Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, pada 1-3 April lalu. Keduanya pun diduga sedang bernegosiasi, namun Quartararo menepis rumor itu.

“Itu merupakan rasa hormat. Saya ini orang yang suka menyapa semua orang, dan MotoGP adalah dunia yang sangat kecil, di mana kami semua saling kenal,” ungkap sang juara dunia bertahan lewat Diario AS pada Selasa (5/4/2022).

Lagi dan lagi Quartararo mengeluhkan kondisi motornya yang kurang memiliki power di trek lurus, dirinya kesla tidak bsia kencang dan justru sering disalip pembalap lain, seperti yang terjadi di GP Argentina.

Quartararo mengatakan dirinya kesulitan dengan kurangnya grip yang konyol, memperparah defisit top speed YZR-M1 di lintasan lurus.

“Masalah besarnya adalah grip belakang dan kecepatan tertinggi,” kata Quartararo. “Kami sudah tahu tentang kecepatan tertinggi, tapi grip belakang itu konyol.”

“Saya kehilangan posisi dan melihat orang lain menarik diri di tempat-tempat seperti Tikungan 6, yang hanya masalah mengangkat motor dan membuka throttle. Grip murni. Itu benar-benar membuat frustrasi dan lap pertama adalah mimpi buruk.” ungkap Quartararo dilansir dari Crash.net.

Quartararo di Argentina jelas menunjukkan performa tak konsisten sejak urutan ketujuh di Qatar, dan kemudian naik podium kedua di Indonesia. Dia juga turun ke peringkat kelima klasemen sementara.

“Anda tidak pernah tahu harus berekspektasi apa,” tuturnya.

“Tentu saja saya tidak pernah menyangka Aprilia dan KTM berada di dua posisi pertama. Tapi setelah pramusim, semua orang sangat cepat, Aleix melaju kencang.

“Namun kami punya banyak kejutan, saya tidak mengharapkan kami menjadi seperti itu. Saya tidak akan katakan jauh, karena kami (selisih) 10 poin (dari )pemuncak klasemen) Tapi (saya tidak berharap kami) sangat kesulitan.” tutup Quartararo.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here