ARIPITSTOP.COM – Komisi Grand Prix mengonfirmasi bahwa penggunaan perangkat apa pun untuk menyesuaikan ketinggian pengendaraan depan, saat bergerak, akan dilarang pada MotoGP musim depan. Artinya, ‘front ride height device’ bakal dilarang penggunaannya mulai MotoGP 2023. Hal ini diumumkan oleh Dorna Sports lewat MotoGP.com pada Selasa (22/3/2022) usai pekan balap di Sirkuit Mandalika, Lombok, Indonesia, berakhir.

Sudah tidak bisa dipungkiri lagi lagi bahwa Ducati memang jadi pelopor teknologi teranyar di MotoGP. Contohnya saja winglet, wing fairing, rear spoon (pendingin ban belakang), holeshot device, dan rear ride height device. Yang teranyar adalah front ride height device. Apa yang dilakukan oleh Ducati selalu mendapatkan perhatian khusus dari tim pabrikan lain, ada yang langsung meniru inovasi dari Ducati namun kadang menjadi kritikan tajam.

Lagi-lagi inovasi yang dinahkodai oleh Ducati menjadi sorotan dan kritikan tajam oleh tim pabrikan lain. Ride height adjuster, atau dikena holeshot device, telah menjadi hal yang umum di paddock kelas premier sejak akhir 2018. Adalah pabrikan Ducati yang kali pertama memperkenalkan sistem yang dapat menurunkan bagian belakang motor guna membantu akselerasi selepas start.

foto: crash.net

Skuad yang bermarkas di Borgo Panigale itu kemudian meningkatkan perangkatnya dengan merilis device yang dapat menurunkan bagian belakang motor saat keluar dari tikungan. Tujuannya sama, yakni demi akselerasi. Dalam tes pramusim MotoGP Sepang, Ducati kedapatan mengubah front holeshot device menjadi front ride height device, agar dapat mereka gunakan di tikungan mana pun. Tercatat Aprilia, Honda, KTM, Suzuki, dan Yamaha memang mengkritik tajam Ducati atas inovasi terbarunya pada Desmosedici GP22.

Kinerja dari front ride height device sebenarnya mirip dengan rear ride height device yang membuat bagian belakang motor merendah di tikungan demi dapat grip dan mempercepat akselerasi, front ride height device dipakai untuk membuat bagian depan motor merendah ketika keluar tikungan demi dapat traksi lebih. Tapi para tim lain tidak suka karena inovasi dari perangkat ini akan membuat bengkak anggaran balap.

Selain anggaran yang membengkak, faktor keselamatan para pembalap juga menjadi salah satu poin utama para tim selain Ducati menentang piranti ini. Kini, setelah pertemuan Komisi Grand Prix, diputuskan bahwa perangkat front ride height untuk saat motor bergerak akan dilarang mulai MotoGP 2023.

Keputusan ini menyusul hasil rapat yang dihadiri Carmelo Ezpeleta (CEO Dorna Sports), Paul Duparc (FIM), Herve Poncharal (IRTA) dan Biense Bierma (MSMA). Turut dihadiri pula Jorge Viegas (Presiden FIM), Carlos Ezpeleta (Direktur Olahraga Dorna), Mike Trimby (IRTA, Sekretaris dalam pertemuan) dan Corrado Cecchinelli (Direktur Teknologi MotoGP).

Berikut bunyi keputusan regulasi teknis:

Dalam rapat yang digelar di Losail pada 4 Maret 2022, delegasi GPC diminta untuk mempertimbangkan dua proposal alternatif soal hal ini. Keduanya memiliki tujuan untuk mencegah peningkatan performa dan biaya pengembangan lebih jauh.

Setelah mempertimbangkan semua proposal, regulasi berikut ini telah disepakati – pemakaian perangkat apa pun yang memodifikasi atau menyesuaikan tinggi bagian depan motor ketika bergerak telah dilarang.

Keputusan dari Direktur Teknis bakal bersifat final dalam menentukan apa yang menentukan front ride height device; perangkat-perangkat yang hanya beroperasi sekali pada start balapan (misalnya ‘holeshot’ device) masih diperbolehkan.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here