ARIPITSTOP.COM – Demi keamanan para pembalap pihak FIM memutuskan untuk memangkas total jumlah lap pada balapan Moto2 dan MotoGP. Suhu yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan pengikisan terlalu cepat pada ban yang berdampak pada keselamatan para pembalap.

MotoGP telah kembali ke Indonesia untuk pertama kalinya sejak 1997, terakhir digelar di sirkuit Sentul dan kini untuk pertama kalinya digelar di sirkuit Mandalika meski sebelumnya sempat mendapatkan masalah pada aspal hingga akhirnya terpaksa harus diaspal ulang dan selesai sepekan sebelum digunakan untuk balapan.

Masalah kembali datang ketika balapan resmi digelar pada tanggal 18-20 Maret 2022, kondisi suhu di aspal sirkuit Mandalika mengalami peningkatan yang ekstrem hingga 43 derajat celcius. Karena panas yang ekstrem, pihak Michelin telah membawa ban bekas yang terakhir dilombakan pada tahun 2018 untuk mencoba dan mengatasi kondisi tersebut dengan lintasan yang tercatat pada 43 derajat Celcius untuk balapan Moto2.

Karena masalah keamanan yang disebabkan oleh suhu trek yang ekstrem, MotoGP telah mengumumkan GP Indonesia akan dikurangi dari 27 menjadi 20 lap. Informasi dari pihak FIM, Franco Uncini menjelang balapan Moto2 yang juga dipersingkat dari 25 menjadi 16 mengatakan: “Kami telah memutuskan untuk mengurangi jarak dengan alasan keselamatan karena suhu yang tinggi”. ujar Uncini dilansir dari Autosport.

Tidak ada informasi lain yang dikeluarkan oleh race direction mengenai perubahan keselamatan ini. Memperpendek jarak balapan karena ketakutan akan keselamatan bukan tanpa preseden, pemangkasan ini juga pernah terjadi di beberapa balapan sebelumnya. Yang paling terkenal, jumlah lap GP Australia 2013 diperpendek dan pitstop wajib ditambahkan karena permukaan lintasan menghancurkan ban Bridgestone.

Dan di Argentina pada tahun 2016, kegagalan ban spektakuler untuk Scott Redding dalam praktiknya memaksa penyelenggara untuk menerapkan pertukaran motor wajib pada jarak yang dikurangi dengan alasan keamanan.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here