ARIPITSTOP.COM – Seperti yang kita ketahui jika trek sirkuit Mandalika sebagian diaspal ulang setelah pada sesi tes pramusim Februari lalu para pembalap mengeluhkan kondisi trek yang kotor dan aspal yang mengelupas mengakibatkan batu pada beterbangan. Ternyata pada sesi latihan bebas di hari pertama MotoGP Mandalika 2022, kondisi trek sudah lebih baik meski masih ada batu betertangan namun kondisinya terus membaik.

Kondisi trek yang kotor dan kondisi aspal yang mudah mengelupas yang mengakibatkan batu beterbangan bahkan sampai menciderai pembalap menjadi keluhan para pembalap ketika menjalani sesi tes pramusim MotoGP yang digelar pada bulan Februari 2022 lalu di sirkuit Mandalika. Federasi Balap Motor Indonesia (FIM) dan Dorna Sports pun meminta agar permukaan segera dibenahi sebagai syarat mendapat homologasi grade A. Setelah bekerja keras  mengaspal ulang Tikungan 17 hingga Tikungan 5. Setelah pengaspalan dilakukan timbul penasaran sensasi yang dirasakan pembalap ketika mencicipi aspal baru.

Pembalap dari Suzuki yaitu Alex Rins mengatakan jika kondisi trek masih hampir sama seperti pada sesi tes pramusim.

“Kondisinya hampir sama seperti saat tes ketika seseorang berkendara, batunya mengenai Anda. Kami tak bisa berbuat apa-apa. Kondisinya lebih baik saat kering karena sektor terakhir dari sektor satu dengan tarmac baru, butuh waktu lama untuk kering.

“Saya merasa cukup bagus aspal baru, aspal baru dan lama merekat dengan baik. Tapi, masih ada gundukan di tikungan pertama dan terakhir. Pada dasarnya, aspal baru konsisten, tampaknya kurang grip.”

Alex Rins mengenang momen ketika tes pramusim bulan lalu, namun dirinya yakin jika trek ini akan semakin membaik.

“Saya ingat pada hari pertama sedikit seperti bencana, sulit untuk menyalip di grid, tapi seiring berjalannya waktu lebih baik. Kami yakin,” ucapnya.

“Sirkuit ini tidak perlu mesin super untuk kencang karena tak banyak trek lurus.”

Komentar senada juga dikatakan oleh Joan Mir yang juga rekan satu tim Alex Rins di Suzuki Ecstar. Joan Mir dengan lugas mencoba menerangkan kondisi sebenarnya di trek ketika dipakai hari pertama latihan bebas.

“Semua berubah sejak tes. Sangat panas.Aspal baru kurang grip. Saat tes, aspal punya grip lebih baik tapi lebih sulit. Sekarang relatif lebih datar dan bisa berkendara dengan baik. Anda mudah mengikuti pembalap lain. Saat tes, mustahil mengikuti orang lain,” ia menuturkan.

“Di Tikungan 2, aspal sedikit rusak dulu. Sekarang dengan aspal baru, grip kurang tapi itu normal karena masih berminyak. Tapi pada dasarnya, kondisinya aman. Saya merasakan ada batu yang menuju ke diri saya saat mengikuti pembalap lain. Tapi, itu normal.”

Ia mengakui bahwa Moto2 dan Moto3 membantu membersihkan jalur. “Wajar lap pertama setelah Moto2 sedikit licin,” ucapnya.

Pengalaman lebih menyakitkan dialami oleh Luca Marini yang merupakan adik dari Valentino Rossi justru batu kerikil yang terbang membuat kerusakan di bagian Radiator. Batu menghantam radiator sehingga dirinya tidak bisa memaksimalkan sesi latihan bebas pertama karena waktunya lebih banyak terbuang di Garasi.

“Pagi ini, saya menghabiskan setengah bagian dari latihan ( FP1) di garasi karena satu batu menghantam radiator saya dan memecahkannya. Saya kehilangan banyak waktu karena kami tidak mangerti apa yang terjadi pada motor, dan kemudian mekanik Menemukan masalahnya. Ini adalah sesuatu yang terjadi di trek yang kotor seperti ini.” kata Marini dilansir dari Tmcblog.

Advertisements

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here