ARIPITSTOP.COM – Sosok Livio Suppo bukan orang sembarangan di MotoGP, orang ini yang memboyong Casey Stoner dari LCR Honda ke Ducati pada 2007 dan mereka langsung merebut gelar juara dunia. Namun, pada 2010, Suppo hijrah ke Repsol Honda, dia yang juga merekrut Marc Marquez dan kembali menjadikannya sosok pembalap hebat langganan juara dunia. Bersama-sama, mereka merebut gelar 2013, 2014, 2016, dan 2017. Pada akhir 2017, Suppo memutuskan vakum dari MotoGP dan digantikan oleh Alberto Puig. Dengan segudang pengalamannya, kini Suppo menangani Suzuki mulai musim 2022, menariknya dia sempat nyeplos jika Suzuki kini merupakan gabungan antara Ducati dan Honda.

Awalnya Pria Italia itu bukan opsi utama Project Leader Shinichi Sahara ketika mencari pengganti Davide Brivio. Ada beberapa kandidat lain dianggap lebih pantas menduduki kursi tersebut. Namun selama satu tahun Suzuki tanpa pengatur strategi dan terlihat pincang, akhirnya Shinici Sahara menghubungi Livio Suppo di detik-detik terakhir menjelang GP Qatar untuk mengajak bergabung dengan Suzuki Ecstar.

Setelah melewati beberapa diskusi, kedua belah pihak, yang sudah kenal lama, akhirnya mencapai kesepakatan dua pekan silam.

“Sejak tahun lalu, selalu ada suara tentang saya ke Suzuki. Namun sejujurnya, tidak ada kesepakatan apa pun. Kemudian, beberapa bulan lalu, saya membaca wawancara di mana Sahara mengatakan ingin punya manajer tim tahun ini. Kami berbicara di telepon pertama kali di akhir 2021, tapi saya bukan kandidat satu-satunya. Saya pikir ada kemungkinan Brivio kembali. Saya respek dengan hasil kerja keras yang dimulai dari nol. Seandainya Davide dalam permainan, saya akan mundur.”

“Dua pekan lalu, Sahara menelepon lagi. Dia berkata tiba saatnya untuk bernegosiasi, saya jawab kirimkan saja penawarannya. Keesokan hari, kami menemui kesepakatan Kami tidak butuh waktu banyak untuk memutuskan, tapi sebelum diwujudkan, saya tak banyak memikirkan ini, saya tak mau terluka. Pada akhirnya, kesempatan ini sangat langka.”

Suppo tak mau membocorkan durasi kontraknya. Namun, ia mengisyaratkan cukup panjang karena untuk membangun tim tak cukup hanya setahun. Kerinduan terhadap suasana di paddock dan tepi trek akhirnya terbayar. Suppo sudah hadir di Sirkuit Lusail dan diperkenalkan dengan seluruh kru. Mendapat sambutan hangat, ia ingin bisa menjaga harmoni yang sudah diciptakan Brivio.

“Di MotoGP, saya selalu beruntung karena bekerja dengan pembalap sangat tangguh. Saya pikir Joan Mir dan Alex Rins seperti itu. Motornya juga kompetitif. Dalam tim, saya menghirup atmosfer bagus dan itu hasil kerja Davider. Tujuan utama menjaga harmoni ini.”

“Saya baru diperkenalkan kepada tim kemarin. Kesan pertama, ini adalah kompromi bagus antara Ducati dan Honda. Ini adalah konstruktor Jepang tapi pendekatannya lebih ke Italia.”

Saat ditanya tentang problem pertama yang harus dibereskan, pria 57 tahun itu minta waktu untuk mengurainya satu persatu. Yang jelas, pembaruan kontrak pembalap jadi prioritas.

“Tolong beri saya waktu. Saya masih harus mengingat nama seluruh personel tim. Tentu saja, prioritasnya mempertahankan Joan dan Rins. Namun, seperti yang terjadi di masa lalu, lebih baik menunggu dulu beberapa balapan. Meski saya seharusnya yang terakhir mengatakan, saya merekrut Marc Marquez untuk Honda setahun lebih cepat,” Livio Suppo menandaskan.

sumber: motorsport.com

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here