ARIPITSTOP.COM – Para pembalap MotoGP akhirnya sudah menyelesaikan dua tes pramusim MotoGP yang digelar di sirkuit Sepang Malaysia dan sirkuit Mandalika Indonesia, dari hasil kedua tes tersebut, juara dunia MotoGP 2021 mengaku masih kecewa dengan apa yang ada di motor M1 2022.

Menjalani dua sesi tes pramusim, Quartararo mengatakan jika dirinya secara mental sudah siap 100% untuk menjalani balapan musim 2022 yang akan dimulai tak kurang dari 6 pekan lagi, akan tetapi pembalap asal Prancis ini masih mengeluhkan kondisi motornya yang dinilai tidak mengalami perubahan signifikan terutama soal top speed yang masih tertinggal jauh.

“Jujur, yang mengecewakan adalah dengan begitu banyak waktu untuk mengembangkan mesin, kami tidak mendapatkan apa-apa,” ungkap Quartararo dilansir dari Motorsport.

“Yang saya tidak mengerti, mengapa di setiap sirkuit, rata-rata, kami selalu lebih lambat 10 km/jam. Entah itu di lintasan lurus sepanjang 100 meter maupun 1 km sekalipun, kami selalu tertinggal paling tidak 10 km/jam, bahkan kadang lebih,” tuturnya.

“Itulah yang membuat saya tidak merasa senang. Mereka tahu benar masalah ini. Saya bahkan berulang kali mengatakan kepada mereka.”

Saat menjalani tes pramusim MotoGP di sirkuit Mandalika, Quartararo total sudah melibas 233 lap atau setara 494 km. Tepatnya secara rinci pada Jumat (11/2/2022), Quartararo melibas 86 lap Sirkuit Mandalika yang memiliki panjang 4,301 km. Sehari kemudian, 68 lap dilahapnya. Ditambah 79 lap pada Minggu.

Dengan jarak yang sudah ditempuh di sirkuit Mandalika, Quartararo sudah bisa menyimpulkan kondisi motor yang akan ditungganginya untuk balapan sepanajng musim 2022.

“Dari saya pribadi, saya sudah 100 persen siap. Saya akan memberikan segalanya di trek. Tetapi, tentu saja dengan semua yang kami miliki saat ini,” ucap pembalap 22 tahun itu.

“Sebelumnya, saya sangat berharap bisa mendapatkan top speed yang lebih baik pada M1 2022 ini. Faktanya, seperti saya bilang tadi.

“Saya sudah katakan berulang kali dan tak ingin lagi mengatakannya karena kami tahu seperti apa mesin ini dan tenaganya. Saya hanya bisa bersiap dan akan turun dengan kekuatan 100 persen.”

“Jujur, saya tidak tahu di mana lagi kami bisa lebih baik. Bagian depan-bawah (front end) tidak stabil, rear end juga kerap sliding, getaran ada di mana-mana. Jadi, sulit untuk mencari lagi di mana lagi problem kami. Semua sudah mencapai limit,” katanya.

Quartararo menambahkan, hal terpenting saat ini adalah Yamaha terus bekerja keras untuk menemukan sesuatu, menemukan kecepatan tambahan untuk membuat dirinya tidak lagi merasa di belakang.

“Dengan kondisi kecepatan saat ini, saya harus mengeluarkan tenaga ekstra setiap kali turun di trek. Setiap orang di tim ini sudah mencapai limitnya tetapi kesulitan tetap masih kami temui,” kata Fabio Quartararo.

Yamaha sebetulnya memiliki rekor paling bagus di Qatar. Dari 18 balapan kelas MotoGP di Losail, Yamaha mampu 10 kali memenanginya. Dua terakhir bahkan dibuat beruntun tahun 2021 lalu lewat Maverick Vinales (GP Qatar) dan Quartararo (GP Doha).

“Untuk lomba di Qatar, kami mungkin tidak bisa seperti sebelumnya. Yang bisa saya lakukan adalah mempelajari setiap trek sebanyak mungkin. Tidak membuat kesalahan, kualifikasi bagus, dan start yang baik,” kata Fabio Quartararo.

“Tidak boleh ada kesalahan. Di Portimao (Portugal) tahun lalu, kami di P8 kualifikasi dan tercecer jauh. Saya kira tahun ini batas maksimum posisi start terjelek adalah P6. Jika posisi grid lebih buruk daripada itu, kami akan menemui masalah serius.”

sumber: motorsport.com

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here