iklan gma

ARIPITSTOP.COM – Lin Jarvis tercatat sudah 8 kali mengantarkan Yamaha meraih gelar juara dunia, gelar tersebut diraih oleh Rossi sebanyak 4 kali, Lorenzo 3 kali dan terakhir adalah Quartararo satu kali. Selama 20 tahun berkarir menahkodai Yamaha, dirinya sudah memasang target untuk pensiun, Lin Jarvis yang menjabat peran penting di Yamaha mengaku sudah lelah dengan kehidupan dunia balap.

Selama dua dekade menahkodai Yamaha di MotoGP, Lin Jarvis diumurnya yang ke 64 tahun ternyata menyatakan sudah mulai lelah dengan hingar bingarnya dunia MotoGP. Lin Jarvis mencoba membeberkan terdapat masalah-masalah yang harus ditanganinya hingga menyebabkan berpikir untuk pensiun. Terlebih dalam dua musim terakhir malah mendapat masalah bertubi-tubi. Pandemi Covid-19 membuat pengembangan motor tidak maksimal karena mobilitas terbatas antara Jepang dan Italia.

Masalah yang kedua adalah kendala katup di YZR-M1 pada musim lalu yang menyebabkannya menambah beban kerja, kasus ini sempat ramai menjadi topik khusus di musim 2020. Adapun yang terakhir adalah perseturuan dengan Maverick Vinales yang memutuskan kontrak dari Yamaha di tengah kejuaraan. Situasi tersebut sangat tidak disangka karena manajemen harus melakukan rotasi pembalap.

“Saya lelah. Covid-19 menambah beban kerja sangat brutal. Ditambah lagi, itu merenggut kesenangan dalam pekerjaan yang selalu kami rasakan. Kami tidak bisa ke restoran, kami sangat dibatasi. Kami tidak boleh membawa tamu. Masalah katup juga sangat berat. Tahun ini, kami harus berurusan dengan kasus Maverick.” ujar Lin Jarvis dilansir dari Motorsport.

Harus merotasi pembalap menjadi beban tersendiri bagi Lin Jarvis, namun keputusan tersebut terbayarkan dengan manis ketika Quartararo berhasil meraih gelar juara dunia. Pria Inggris itu ingin mendorong El Diablo untuk memberikan dua gelar lagi. Setelah genap membantu tim merebut 10 titel, maka dia akan mundur dari ingar-bingar MotoGP.

“Gelar Fabio membuat segala kerja keras terbayar. Saya masih termotivasi dengan apa yang bisa saya lakukan, tapi hasilnya esensial. Saya berumur 64 tahun dan saya kira masih bisa (bekerja) tiga atau empat tahun lagi. Tujuan saya mencapai 10 titel. Saya ingin menang dua gelar lagi lalu pensiun.” pungkas Lin Jarvis.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here