ARIPITSTOP.COM – Akhir-akhir ini semakin marak berita mengenari rumor jika Honda sedang mencari pembalap alternatif untuk menggantikan posisi Marc Marquez seandainya memang benar akan berhenti balapan karena cidera yang terus berkelanjutan. Alberto Pluig akhirnya buka suara namun mengisyaratkan sesuatu…

Seperti yang diketahui, Marquez mengalami patah tulang lengan kanan sejak Juli 2020 dan sempat absen semusim. Ia juga absen dua balapan pada awal 2021. Saat kembali, ia hanya fokus adaptasi ulang dengan tenaga dan kecepatan motor MotoGP, serta memulihkan kondisi fisik, hingga pengembangan RC213V tak menjadi target utama.

Marquez ternyata kena sial lagi pada akhir musim. Ia mengalami cidera penglihatan ganda atau diplopia pada mata kanan usai kecelakaan dalam latihan off-road. Ia pun harus absen lagi dari dua seri terakhir, bahkan absen dari uji coba pascamusim di Jerez, yang sejatinya krusial untuk awal pengembangan RC213V versi 2022.

Honda akan sudah mengeluarkan suara jika kondisi Marc Marquez akan kembali diumumkan pada akhir Desember tepatnya pada Natal dan bisa menentukan nasib karir balapnya kedepan. Belum diketahui apakah ia harus dioperasi lagi. Namun, Puig tegas HRC tak punya rencana cadangan andai Marquez harus absen lagi dari uji coba dan beberapa seri pertama 2022.

Menurut Puig, menggodok rencana macam itu hanya akan menjatuhkan mentalitas skuadnya. “Tidak, kami tidak mempertimbangkannya. Jika begitu, maka itu seperti bertanya apakah kami terpikir untuk melakukan sesuatu yang salah,” ungkap Puig kepada Motosan.

“Jadi, tidak, kami tidak mempertimbangkan hal itu. Apa yang terjadi adalah kami akan lihat situasi nantinya. Mempertimbangkan memulai musim tanpa Marc bakal menyakiti diri kami sendiri. Yang jelas, kami harus coba mengikuti anjuran medis dan ambil keputusan berdasarkan apa yang kami lihat nanti,” lanjutnya.

Alberto Puig tak mengungkiri jika pengembangan motor Honda saat ini seperti kehilangan arah akibat tanpa adanya Marc Marquez, meski para pembalap Honda lainnya seperti Nakagami, Alex Marquez hingga Pole Espargaro cukup andil selama Marc tidak ada.

“Kami telah menjalani dua musim di mana Marc praktisnya ‘absen’. Jika Anda punya pembalap pemenang namun tak terlibat dalam proses pengembangan motor, Anda tentu kehilangan komentar dari sang pemimpin dan orang yang membawa motor itu menuju limit performanya,” tutur Puig.

“Jadi, ya, kami bisa jadi sedikit kehilangan arah. Sudah lama kami tak mendapati Marc dalam kondisi baik, namun jelas pembalap lainnya juga punya opini yang baik, yakni Stefan, Alex, Taka, dan Pol. Meski begitu, saya bisa bilang bahwa, ya, absennya opini Marc soal pengembangan motor sangat kami rasakan,” pungkas Puig.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here