ARIPITSTOP.COM – Kini para pembalap MotoGP sedang sibuk melakukan tes pascamusim di Jerez Spanyol. Tak ketinggalan Quartararo yang merupakan juara dunia MotoGP 2021 ini menggeber YZR-M1 sebanyak mungkin untuk mengetahui lebih dalam kelemahan dan kekurangan motor YZR-M1 untuk mempersiapkan balapan musim 2022 nanti. Dalam kesempatan tersebut, Quartararo diminta untuk tanda tangan perpanjangan kontrak dengan Yamaha di awal tahun 2022, namun pembalap Yamaha ini menolaknya, Quartararo tak mau tanda tangan sebelum motor YZR-M1 lebih kencang dari sekarang.

Melihat balapan sepanjang musim 2021, hanya sosok Quartararo yang mampu menjinakkan motor YZR-M1, mendominasi balapan diantara pembalap Yamaha lainnya. Meski begitu, Quartararo menyebut masih banyak sekali pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh Yamaha terutama dalam hal kecepatan. Quartararo menilai jika pecepatan YZF-M1 miliknya masih kalah kencang dibandingkan dengan motor Ducati.

Kekecewaan Quartararo memuncak di Seri Algarve, ketika dia gagal finis. Pembalap asal Prancis ini menyatakan kecelakaannya di Tikungan 5 itu diakibatkan ia diapit oleh Johann Zarco dan Jorge Martin yang sama-sama memakai Ducati. Alhasil, ia harus susah payah mengejar ketertinggalan di tikungan karena selalu kalah di trek lurus.

Kelemahan M1 kembali terbukti di uji coba Jerez. Pada hari pertama, Quartararo hanya duduk di posisi 9, tertinggal 0,707 detik dari pembalap tercepat, Takaaki Nakagami (LCR Honda). Ia menjajal YZR-M1 versi 2022, namun tak bersemangat karena ternyata tak ada perubahan besar dibanding uji coba Misano pada September lalu.

“Kami mencoba motor yang sangat mirip dengan Misano. Jujur saja, itu memang motor dari Misano. Jadi, itulah yang kami jajal. Kami mencoba lebih banyak hal seperti swingarm, beberapa elektronik, dan anti-wheelie. Namun, jujur saja, uji coba ini sangat mirip dengan Misano,” ungkapnya via Autosport.

“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan demi merasakan kemajuan. Seperti yang bisa Anda bayangkan, masih ada beberapa hal yang harus diatasi. Motor ini langkah pertama, dan kami mengharapkan yang jauh lebih baik di Sepang,” lanjut Quaratraro.

Tak ada perubahan berarti di dalam motor barunya, ini menjadi alasan bagi Quartararo untuk menolak tanda tangan perpanjang kontrak dengan Yamaha di awal tahun 2022. Yamaha ingin melakukan perubahan terlebih dahulu di motor M1. Kontrak Quartararo sendiri akan habis pada akhir 2022, Ia mengaku hanya akan tanda tangan jika melihat kemajuan berarti dari pengembangan M1 dalam uji coba pramusim di Sepang, Malaysia, pada 5-6 Februari.

“Masih terlalu dini. Saya tak mau tanda tangan apa pun setidaknya sampai Malaysia. Saya masih mau lihat evolusi motor. Ini normal. Saya rasa justru tak normal tanda tangan untuk 2023 sebelum 2022 dimulai. Jadi, saya tahu di mana letak nilai saya. Saya akan menunggu sedikit untuk melihat posisi tim dengan Yamaha,” ujarnya.

“Saya ingin lihat ada atau tidaknya evolusi di Sepang. Saya minta hal-hal super penting. Jika mereka tak memberikan apa yang saya minta, tapi setidaknya mencoba dan ada kemajuan kecil, maka bagus. Namun, jika mereka menuju arah yang benar-benar berbeda, maka itu memengaruhi masa depan saya dengan Yamaha,” tutupnya.

Advertisements

1 KOMENTAR

  1. Saya setuju dengan sikap FQ20. Karena musim 2022 Ducati sudah selangkah didepan dengan barisan Pebalap muda yang berkelas. Dan improve unit motor Ducati memang luar biasa. 👍👍

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here