ARIPITSTOP.COM – Kepergian Vinales di musim 2021 dari Yamaha memang mengejutkan banyak pihak, sudah tidak betah dengan tekanan dan situasi di paddock Yamaha membuat dirinya nekat memutuskan hengkang dari Yamaha, namun cara kepergiannya ini dinilai kurang etis karena kasus yang menyelimutinya. Yamaha pun menyesalkan perpisahannya dengan Vinales dengan cara yang tidak tepat.

Retaknya hubungan Maverick Vinales dan Yamaha mulai tampak setelah Vinales finis paling buncit pada MotoGP Jerman. “Entah bagaimana saya mulai merasa ketika saya datang berlomba situasinya mulai seperti mimpi buruk,” kata Vinales saat itu, dilansir dari Crash.

Menyusul kejadian yang bisa dikatakan di luar normal yakni pada GP Styrian yang dinilai Yamaha berpotensi meruska motor M1 dan setelah melewati pertimbangan yang mendalam oleh Yamaha dan Vinales, maka keputusan bersama dicapai untuk segera berpisah lebih awal. Karena durasi kontrak Vinales sebenarnya habis di akhir musim 2022.

Managing Director Yamaha, Lin Jarvis menyesalkan akhir yang memalukan dari kolaborasi dengan Juara Dunia Moto3 yang tidak diragukan lagi sangat berbakat dari 2013.

“Kami menyesal bagaimana kolaborasi dengan Maverick ini berakhir karena kami selalu 100 persen untuknya. Kami memulai perjalanan ini bersama ketika kami membawanya pergi dari Suzuki untuk 2017,” kata Jarvis dilansir dari Speedweek.

“Kami menyadari potensinya di sana. Sayang sekali kami tidak dapat mewujudkan potensi ini seperti yang diharapkan,” pungkas Lin Jarvis.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here