ARIPITSTOP.COM – Baru saja mendapatkan kabar gembira ketika Dorna resmi mengumumkan Indonesia menjadi salah satu tuan rumah MotoGP seri kedua di tahun 2022, namun berita gembira tersebut bisa buyar akibat Indonesia mendapat sanksi serius dari Badan Anti-Doping Dunia (World Anti-Doping Association/WADA) per Kamis (7/10/2021), setelah Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) dinyatakan tidak patuh.

Selain mencabut hak Indonesia menjadi tuan rumah untuk kejuaraan atau turnamen level regional, kontinental, dan dunia selama masa penangguhan, perwakilan LADI juga dinilai tidak memenuhi syarat untuk duduk sebagai anggota dewan di komite sampai status sanksi mereka dipulihkan atau minimal menjalani masa penangguhan selama satu tahun.

Tak hanya itu, Indonesia juga dilarang mengibarkan bendera Merah Putih, kecuali dalam ajang Olimpiade.

Meski mendapat sanksi serius, WADA tetap mengizinkan para atlet dari Indonesia untuk tetap bersaing pada kejuaraan atau turnamen level regional, kontinental, dan dunia. Akan tetapi, bendera Merah Putih tidak akan bisa dikibarkan selain pada ajang Olimpiade.

Selain Indonesia, WADA juga menjatuhkan sanksi kepada negara dan organisasi lain, di antaranya Korea Utara dan Thailand.

Tak pelak akibat kejadian ini sebuah pertanyaan besar langsung muncul apakah Indonesia masih bisa berkesempatan menggelar balapan WSBK yang dijadwalkan bulan November 2021 dan tentunya balapan MotoGP di tahun 2022 nanti.

Bukan cuma balapan Motor, cabang olahraga lain yang akan digelar di Indonesia juga bisa terancam seperti turnamen bulutangkis yang rencananya digelar di Bali, yaitu Indonesia Masters (16-21 November), Indonesia Open (23-28 November), dan BWF World Tour Finals 2021 (1-5 Desember).

Jika agenda-agenda olahraga itu tidak diperbolehkan digelar di Indonesia, jelas akan menjadi sebuah kerugian besar. WADA sendiri kini menetapkan Indonesia dalam masa penangguhan. Paling tidak ada langkah-langkah yang bisa dilakukan, untuk bisa segera merubah penilaian itu.

Reaksi Pemerintah Indonesia

Menpora Zainudin Amali optimistis Indonesia masih bisa menggelar event-event olahraga internasional, terkait dengan ancaman sanksi WADA.

“Masalah itu (larangan kejuaraan) muncul kalau kita di-banned. Ini kan belum, masih diminta klarifikasi,” kata Amali dilansir dari Detik.com (8/10/2021).

“Jadi tolong jangan dibayangkan sudah di-banned, tidak bisa menyelenggarakan kejuaraan dan mengirim atlet dan sebagainya. Ini kan dituduhkan ke kita karena tidak patuh,” ujarnya.

“Makanya, kami sudah meluncurkan surat pada siang ini waktu Jakarta sebagai tanda respons tentang apa yang disampaikan WADA. Dan ini bukan soal yang serius-serius amat tapi soal tes doping plan,” ujarnya.

“Saya berharap dengan klarifikasi dan respons cepat kepada WADA hari ini akan clear semua. Saya optimistis ini urusan komunikasi saja. Kalau kita jelaskan pasti mereka paham tentang target-target yang ingin tercapai tapi tidak bisa,” imbuh Menpora.

Advertisements

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here