ARIPITSTOP.COM – Jorge Martin merasa tidak habis pikir kenapa dirinya dihukum long lap penalty padahal merasa tidak diuntungkan ketika harus melibas lurus tikungan 3-4 sirkuit COTA akhir pekan lalu. Kans podium ketiga akhirnya hilang…

Pembalap Pramac Racing itu terlihat memotong jalur antara Tikungan 3 dan 4 Circuit of the Americas (COTA), saat sedang memperebutkan posisi ketiga dengan Francesco Bagnaia. Memang terlihat jelas ketika Jorge Martin yang seharusnya berbelok justru lurus memotong tikungan 3 dan 4, meskipun ketika memotong tikungan tidak diuntungkan adanya pengurangan lap time.

Menurut peraturan, dalam situasi tersebut, pembalap harus ditambah satu detik dalam catatan waktu lap atau diberi long lap penalty karena mendapat keuntungan. Akibatnya, Race Direction menjatuhkan long lap penalty yang membuatnya terlempar ke posisi kelima. Martin merasa sudah kehilangan 0,8 detik dalam lap tersebut.

Kehilangan kans podium ketiga akibat penalty ini tentu saja Jorge Martin merasa marah.

“Kami dekat dengan podium. Saya seharusnya bisa menuntaskan itu karena semua terkendali. Sayangnya, saya ketakutan melompat di chicane. Pada akhir balapan, saya melihat ada banyak lubang di ban. Saya juga sangat menderita karena banyak getaran dan semua ini ditambah dengan kondisi fisik yang berkontribusi pada kekalahan saya dari Pecco,” ia menjelaskan, dilansir dari Motorsport.

“Untuk memulai, tak masuk akal kalau Anda ketakutan dan Anda lurus (melewati sebuah tikungan), di mana Anda telah membuang waktu, lebih dari itu, mereka menghukum Anda. Masalahnya, saya memotong tikungan dan saya sudah berada di sektor pertama, saya tidak bisa melambat lagi.

“Saya kehilangan 0,8 dari waktu terbaik saat latihan bebas dan Anda harus kehilangan satu detik. Jadi, hanya untuk 0,2 detik, saya harus menjalani long lap.”

Pembalap Rookie yang paling bersinar ini di musim 2021 ini merasakan tidak adil atas keputusan yang diberikan kepadanya oleh Race Direction.

“Sanksinya tidak adil, tapi lebih dari apa pun karena saya tidak memotong (tikungan dengan sengaja). Saya ketakutan dan tak punya opsi lain, dan itu kenapa, saya lihat itu sebagai sesuatu yang tidak adil.

“Tapi, Race Direction tidak baik-baik saja belakangan ini dan kami tidak bisa melakukan apa pun,” tutur Martin.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here