ARIPITSTOP.COM – Saat ini, Indonesia termasuk empat negara di dunia yang masih menggunakan premium, artinya dari ratusan negara di dunia ini, Indonesia masih menggunakan BBM jenis Ron terendah. Terdengar jika Pemerintah berencana menjalankan skema BBM jenis premium akan dihaus mulai Januari 2022. Tujuan BBM premium dihapus adalah untuk memperbaiki kualitas bahan bakar dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dilansir dari cnbc indonesia, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pun mendorong agar pemerintah mengubah skema pemberian subsidi. Artinya, subsidi sebaiknya diubah menjadi langsung berbasis pada orang atau warga yang berhak menerima, bukan lagi pada komoditas, sehingga subsidi menjadi lebih tepat sasaran.

“Intinya subsidi sebaiknya langsung ke rakyat, bukan di barang,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Senin (27/09/2021).

jawapos.com

Ahok menyebut, jika subsidi langsung diberikan kepada masyarakat, kemungkinan ke depannya tidak ada lagi bensin jenis Premium atau Pertalite yang dijual, melainkan langsung berupa bensin dengan minimal nilai oktan (RON) 92 atau Pertamax maupun Pertamax Turbo (RON 98).

“Jika subsidi bisa langsung ke rakyat, mungkin ke depannya tinggal Pertamax dan Pertamax Turbo,” lanjutnya.

Lebih lanjut Ahok mengatakan, jika BBM yang dijual Pertamax dan Pertamax Turbo, maka tentunya ini akan berdampak baik pada lingkungan.

“Agar tidak terjadi pencemaran lingkungan BBM oktan rendah,” ungkapnya.

Bila ini dilakukan, maka Indonesia bisa mengikuti langkah negara-negara tetangga yang menjual bensin dengan nilai oktan 92. Bahkan, Malaysia saja telah menyediakan bensin dengan minimal nilai oktan 95.

Advertisements

10 KOMENTAR

  1. Tolong pertamax plus ada lagi
    Ron 95 cocok u/ kompresi 1:11,5
    Pertabo ketinggian ron nya
    Bensin susah terbakar
    Fuel delution
    Bensin tdk terbakar masuk ke oli mesin

  2. “Malaysia saja telah menyediakan bensin dengan minimal nilai oktan 95.”

    Di malaysia oktan95 harga premium pak..
    Membandingkan jgn kejauhan pak.. heheheehe
    Membandingkan boleh , tp harga juga harus sama dong hehehe

  3. lah..kalau dibandingkan RON-nya…??? bandingkan dulu juga harga jual di Indo dan Malay pak Ahok!!! saya juga mau RON 92, tapi pakai harga Malaysia. Pertamina?? sangguppp???

Tinggalkan Balasan ke issa Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here