ARIPITSTOP.COM – Dovizioso akhirnya kembali lagi di lintasan balap setelah satu tahun fakum tanpa balapan, dirinya hanya sempat beberapa kali merasakan sensasi naik motor MotoGP ketika berkesempatan menguji-coba motor Aprilia RSGP. Langsung balapan dengan tunggangan baru tanpa adaptasi terlebih dahulu, Dovizioso hanya mampu finish paling belakang meski memakai motor Yamaha.

Dovizioso resmi menggantikan Morbidelli di sisa musim 2021 ini tentunya menggunakan motor bekas Morbbidelli yang merupakan spek M1 tahun 2019 dan akan terus lanjut di musim 2022 menggunakan spek pabrikan terbaru. MBalapan menggunakan motor spek lama dibandingkan dengan motor Rossi dengan spek terbaru, namun motor kedua nya juga finish paling belakang saat berlaga di Misano akhir pekan lalu.

Dovizioso tak punya ekspektasi apa pun, dan menganggap sisa musim ini sebagai masa uji coba dan beradaptasi dengan M1, yang sudah tak ia kendarai sejak 2012. Dalam balapan di Misano, ia pun finis terbuncit, alias finis ke-21. Namun, ia sama sekali tak mencemaskan hasil ini, karena prioritasnya adalah mencari ritme yang konsisten.

“Saya sudah membayangkan tak bisa meraih hasil baik. Tapi rasa takut saya yang lebih nyata adalah tak bisa menemukan ritme yang baik. Namun, dalam 11 lap terakhir, saya ternyata tak terlalu buruk,” dilansir dari La Gazzetta dello Sport.

“Pertama, saya harus menyesuaikan posisi berkendara. Hanya dengan 45 menit di tiap sesi, Anda praktisnya tak bisa melakukan apa pun. Kedua, berkendara dengan yang lain, yang bikin saya sempat syok. Tapi pada hari kedua saya lebih baik. Menakjubkan melihat pikiran dan tubuh saya beradaptasi. Satu hari saja cukup,” lanjutnya.

Dovizioso tidak mau dianggap hanya sebagai pembalap yang menghabiskan masa tua di MotoGP, meski dirinya kembali ke balapan dalam keadaan yang sudah tidak muda lagi. Sebagai pembalap yang sudah meraih 3 kali runner up di kelas MotoGP tentunya memiliki rasa tersendiri untuk tetap tampil konsisten. Ia juga merasa para rivalnya biasa-biasa saja dalam menyambutnya, dan ia merasa ingin menaklukkan tantangan bersama Yamaha pada 2022 nanti.

“Menurut saya, para rival tidak takut pada saya, dan saya tak peduli. Saya di sini untuk balapan. Jika saya menerima tantangan ini, maka itu bukan untuk mencari tempat untuk menghabiskan masa-masa tua di Yamaha. Pasalnya, ada lebih banyak risiko ketimbang keuntungan, dan saya ingin mencoba,” tutup pembalap Italia ini.

Advertisements

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here